Ratusan Warga di Kabupaten Pati Terdampak Banjir
JAKARTA - Bencana banjir merendam ratusan pemukiman warga yang ada di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati.
"Kondisi itu menyebabkan tanggul Kali Widodaren dan Kali Gandam jebol. Tanggul tidak mampu menahan air kiriman dari wilayah Kecamatan Jaken dan Kecamatan Puncakwangi, sehingga air meluap dan menggenangi sejumlah wilayah," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (17/3).
Abdul menjelaskan bahwa banjir telah berdampak pada satu desa di Kecamatan Batangan, yakni Desa Ketitang Wetan.
"Sebanyak 874 Kepala Keluarga (KK) atau 1.857 warga terdampak akibat peristiwa ini," ujarnya.
Selain itu, kerugian materil akibat banjir meliputi 653 unit rumah, tiga fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah terendam, serta 10,3 Ha lahan perkebunan tebu yang turut terendam.
"Selain itu, dua tanggul sungai jebol dan satu kilometer jalan desa mengalami kerusakan. Tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter," ungkapnya.
Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir dilaporkan mulai surut. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa, kebutuhan logistik, maupun upaya pencarian dan pertolongan.
Saat ini, Kabupaten Pati masih berada dalam status Siaga Darurat Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung, sebagaimana tertuang dalam SK Nomor 360/3045/2024 yang berlaku sejak 5 Desember 2024 hingga 31 Maret 2025.
Abdul kemudian menambahkan, BPBD Kabupaten Pati telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan dan desa guna melakukan pendataan lebih lanjut.
Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai terkait rencana perbaikan tanggul jebol di Desa Ketitang Wetan, yang dijadwalkan mulai dilaksanakan hari ini.