Gempa M5,1 Guncang Gorontalo, Begini Analisis BMKG

0 Shares

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya bencana gempa tektonik mengguncang di wilayah Teluk Tomini, Gorontalo, pada Senin (17/3) pukul 10.19 WIB.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, bahwa gempa menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update, dengan magnitudo (M)4,8, setelah sebelumnya dilaporkan kekuatan gempa M5,1.

- Advertisement -

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,13° LS ; 123,05° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 74 Km arah barat daya Bone Bolango, Gorontalo pada kedalaman 96 km,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Holopis.com di Jakarta.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjutnya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intra-slab). Sementara dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust).

- Advertisement -

Daryono membeberkan, bahwa gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kab. Gorontalo, Kab. Bone Bolango, dan Luwuk dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

kemudian di daerah Kab. Gorontalo Utara dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan daerah Kota Gorontalo dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tandas Daryono.

Hingga pukul 10.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock. Namun masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkas Daryono.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru