JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung mengakui tidak bakal menjalanlan salah satu janji di masa kampanyenya yakni program sarapan gratis.
Pramono malah kali ini menyebut bahwa pihaknya hanya akan mendukung program makan bergizi gratis yang disiapkan oleh pemerintah.
“Jadi kami tegaskan program makan bergizi gratis sepenuhnya diadakan oleh pemerintah pusat, pemerintah Jakarta men-support untuk itu supaya berjalan dengan baik,” kata Pramono Anung dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (12/3).
Dengan adanya pembatalan tersebut, Pramono menjanjikan akan mengalokasikan anggaran tersebut ke program lainnya.
“Dan sebagian anggarannya menjadi lebih banyak kami alihkan untuk KJP, Kartu Jakarta Pintar yang dibutuhkan untuk warga Jakarta,” ujarnya.
Namun, Pramono tidak menjelaskan rinci jumlah anggaran yang disiapkan sebelumnya. Dia hanya mengatakan peralihan ini dinilai cukup untuk menambah jumlah penerima KJP sebanyak hampir 200 ribu orang.
“Karena apa, anggaran yang rencananya sebagian untuk sarapan pagi gratis, kami akan alihkan untuk memperbesar kapasitas KJP, Kartu Jakarta Pintar, yang menjadi masalah serius di Jakarta saat ini,” jelasnya.
“Dari 520 ribu, kami telah memutuskan dengan pengalihan ini menjadi 705 ribu yang akan diterima oleh masyarakat yang dan mudah-mudahan dalam Maret ini akan terselesaikan, paling lama April,” lanjutnya.
Selain itu, anggaran program sarapan gratis ini juga akan disalurkan untuk merenovasi kantin sekolah. Harapannya dengan fasilitas kantin sekolah yang diperbaiki ini juga akan mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
“Jadi untuk kantin yang kita renovasi tentunya kita akan konsentrasi pada kantin itu. Bahwa nanti yang akan memanfaatkan itu para pedagang UMKM, ya itu terserah sekolah dengan UMKM,” pungkasnya.

