Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Siswa Beradaptasi dengan AI


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terus mendorong mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.

Hal itu disampaikan Gibran Rakabuming saat meninjau kegiatan Pandai (Program Nasional Digital AI) di SMA Negeri 66, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (12/3).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh AICO, komunitas Artificial Intelligent (AI) terbesar di Indonesia. Sebagai salah satu sekolah yang telah menyediakan fasilitas berbasis AI, Wapres mengingatkan para siswa SMAN 66 Jakarta untuk memanfaatkan teknologi ini secara bijak.

Menurutnya, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kreativitas, sekaligus mengasah kemampuan para siswa dalam memecahkan masalah dalam pelajaran.

Namun demikian, ia meminta para siswa tidak bergantung sepenuhnya pada AI, dengan tetap mempelajari rumus-rumus yang diajarkan para guru agar dapat memahami konsep masalahnya secara menyeluruh.

"Jadi ini bukan langsung nyari jawabannya, tapi dicarikan formula-formula yang tepat. Nanti kalian cari jawabannya sendiri," kata Gibran.

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan bahwa berbagai negara di dunia telah membekali generasi mudanya dengan keterampilan AI. Sehingga, ia berharap Indonesia juga mampu beradaptasi dan tidak tertinggal dalam hal perkembangan teknologi.

"Jadi Indonesia itu jangan sampai kalah, kita harus beradaptasi," ujarnya.

Lebih jauh, Wapres mengingatkan bahwa meskipun AI memiliki kecerdasan yang luar biasa, teknologi ini tidak akan bisa menggantikan peran manusia. Namun, mereka yang enggan belajar dan beradaptasi dengan AI akan tertinggal oleh mereka yang mampu memanfaatkannya.

"Jadi apa, yang namanya AI itu nggak akan menggantikan manusia. Tapi manusia yang enggak mau pake AI, yang enggak mau beradaptasi, yang enggak mau berkembang, itu nanti akan dikalahkan oleh manusia yang memanfaatkan AI," ujarnya.

Wapres pun berpesan agar AI tidak digunakan untuk menyelesaikan masalah secara instan tanpa mengetahui konsep dasarnya secara menyeluruh. Ia pun menegaskan bahwa AI hanya berperan sebagai alat bantu untuk memahami konsep dan membangun pola pikir yang kritis.

"Ini bukan untuk jalan pintas ya, kalian tetap harus berusaha dan menggunakan formula-formula [yang diajarkan para guru]," pintanya.

Gibran kemudian menyampaikan apresiasi kepada SMAN 66 Jakarta yang telah memberikan perhatian lebih terhadap pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.

"Jadi saya senang sekali ini. Terima kasih, Pak Kepala Sekolah, sudah memberikan kami kesempatan memfasilitasi tempat ini," pungkasnya.

Tampilan Utama