Soal Usulan Pertamax Gratis, Begini Kata Erick Thohir
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir angkat bicara terkait usulan agar PT Pertamina (Persero) memberikan Bahan Bakar Minyak (BBM) gratis, sebagai bentuk permintaan maaf kepada masyarakat.
Erick mengatakan, bahwa Pertamina tidak bisa kemudian memutuskan hal secara langsung. Ia menegaskan, bahwa sebagaimana pada lingkup pemerintahan atau lembaga lainnya, terdapat mekanisme tersendiri untuk upaya-upaya perbaikan, yang mana hal itu perlu kajian terlebih dahulu.
"Tentukan mekanisme yang ada di pemerintahan, di DPR, ataupun di Pertamina tentukan ada mekanisme sendiri. Tentu semua juga perlu kajian," ujar Erick dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (12/3).
Erick mengatakan, bahwa perbaikan administrasi di tubuh Pertamina memang harus dilakukan.
"Yang pasti yang selalu disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo, yang namanya kasus korupsi itu kan harus ditindaklanjuti dan kami mendukung," ujar Erick.
Namun hal itu, menurut Erick, tak bisa dicampurkan dengan penanganan dari dampak proses hukum yang saat ini berlangsung.
"Yang kami terus jaga selama ini, bagaimana tentu kasus korupsi itu dan korporasi jangan hanya dilihat menjadi satu kesatuan," tambahnya.
Erick pun menyontohkan kasus korupsi yang pernah terjadi di Garuda Indonesia. Dia mengatakan, saat proses hukum di Garuda berlangsung, Kementerian BUMN mendorong transformasi perusahaan secara terpisah.
Menurutnya, hal itu berhasil, dengan bukti saat ini Garuda Indonesia bisa menambah armada pesawatnya.
"Ingat kasus Garuda, kan kalau Garuda itu gagal restrukturisasi, akhirnya kita juga enggak punya pesawat sekarang. Nah implikasinya kembali, kalau jumlah pesawatnya kurang, harga tiketnya akan mahal," tutur Erick
Oleh sebab itu, dia menekankan proses perbaikan di tubuh BUMN harus tetap berjalan, meski ada proses hukum yang berlangsung.
"Nah ini yang kita jaga bersama-sama, supaya peran daripada korporasi itu tetap berjalan, apakah ada perbaikan administrasi ya harus, memang itu tergantung. Tapi jangan sampai tadi hal ini justru menghambat daripada restrukturasi korporasi itu, atau perbaikan-perbaikan dari korporasi sendiri," pungkasnya.
Diberitakan Holopis.com sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengusulkan agar PT Pertamina (Persero) membagikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax secara cuma-cuma alias gratis kepada masyarakat.
Usulan itu disampaikan Mufti, setelah heboh kasus korupsi yang menyeret Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, dengan modus BBM oplosan.
Menurutnya, usulan tersebut merupakan suara warganet yang kecewa dengan adanya kasus tersebut. Sehingga usulan tersebut perlu dipertimbangkan demi memulihkan integritas dan nama baik Pertamina.
"Dengarkan kata netizen. Saya pikir ada benarnya, bagaimana untuk mengembalikan integritas Pertamina, mereka ganti, kasih Pertamax gratis selama setahun misalnya," kata Mufti dalam RDP dengan Pertamina, Selasa (11/3).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini berpandangan, kasus BBM Pertamax oplosan tidaklah cukup memulihkan kepercayaan masyarakat hanya dengan permintaan maaf saja.
"Heboh Pertamax oplosan, saya rasa tidak cukup dengan hanya minta maaf, lalu seolah-olah dosa Pertamina selesai, tidak," ujarnya.