JAKARTA – Setelah sempat ditunda sebanyak dua kali, pengacara kondang Hotman Paris kembali menambangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (6/3) untuk melanjutkan sidang terkait perseteruannya dengan sesama pengacara Razman Arif Nasution.
Sidang ini beragendakan Hotman yang diperiksa atas dugaan pelecehan seksual yang melibatkan manan asistennya, Iqlima Kim.
Dalam kesempatan ini, Hotman secara blak-blakan membeberkan perihal tindak pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya. Dengan tegas, pengacara 65 tahun itu membantah tuduhan tersebut yang menyebutkan jika ia telah melakukan pelecehan terhadap Iqlima pada 20 Februari 2024 lalu.
“Tadi kan tuduhannya ada pelecehan berupa chatting sekitar tanggal 20 Februari. Ternyata sesudah 20 Februari, saya sama Iqlima itu, dia bikin Tiktok berdansa,” ujar Hotman di lokasi.
Setelah itu lanjut Hotman, hubungannya dengan Iqlima berjalan dengan baik bahkan, ia sempat merawat saat Iqlima sempat jatuh sakit pada 28 Februari bahkan kerap mengajak Iqlima untuk menjadi figuran dalam program televisi yang ia bintangi.
Alih-alih pelecehan sambung Hotman, Iqlimalah yang justru kerap melakukan kontak fisik berupa pelukan kepadanya. Bahkan, pengacara berdarah Batak tersebut menyebut Iqlima yang justru mengirimkan foto seksi kepadanya secara sukarela tanpa diminta.
“Tapi tanggal 10 Maret, tanpa saya minta Iqlima Kim itu kirim foto seksi dia di Bali. Itu kirim foto seksi dia dari Bali. Ini dia nih, tanggal 21 Maret (2022), dia kirim foto seksi dia yang nyaris hanya pakai BH. Ini saya tidak minta,” bebernya.
Melihat hal itu, Hotman beranggapan jika tuduhan pelecehan seksual itu justru muncul dilontarkan oleh rekan sesama pengacaranya, Razman Arif Nasution. Menurunya, tuduhan itu didasari adanya dendam pribadi kepadanya pasca ia dipecat oleh Dokter Richard Lee yang diduga dipengaruhi Hotman.
“Karena di Razman itu dendam kepada saya. Iqlima Kim sendiri mengaku tak pernah merasa dilecehkan oleh saya,” sebutnya.
Hotman melanjutkan, ia mengklaim jika Razman secara terus-terusan meneror Iqlima Kim dengan menawarkan pekerjaan, tujuannya agar Iqlima mau membuat pernyataan adanya tindakan pelecehan. Padahal katanya, alih-alih pelecehan seksual, hubungannya dengan Iqlima adalah hubungan yang berdasarkan suka sama suka.
“Sekiranya pun ada (pelecehan) kalau mau sama mau, itu bukan pelecehan,” tandasnya.

