Soroti Lonjakan Harga Sembako, DPR : Ramadan Jadi Bulan Penuh Beban

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Saadiah Uluputty menyoroti perihal lonjakan harga kebutuhan pokok (ssembako) saat momen Ramadan 2025. Menurutnya, kenaikan harga sembako ini terus terjadi berulang tanpa adanya solusi yang menyeluruh.

Karena itu, ia pun menyebut bahwa fenomena lonjakan harga sembako yang terjadi setiap tahunnya ini menunjukkan adanya tata kelola pangan nasional yang masih menuai permasalahan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Fenomena ini bukan hanya memberatkan masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa tata kelola pangan nasional masih menghadapi tantangan besar dalam stabilisasi harga dan distribusi bahan pokok,” ujar Saadiah dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (6/3).

Ia pun mengaku prihatin atas harga sejumlah bahan pangan yang terus melambung. Menurutnya, kenaikan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga semakin terasa di daerah-daerah yang akses pasarnya lebih terbatas.

- Advertisement -

“Hal ini tentu berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah,” tutur Politisi Fraksi PKS ini.

Maka dari itu, menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) perlu memiliki mekanisme yang lebih efektif untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi pada hari-hari besar keagamaan ini.

“Peran Badan Pangan Nasional dan Bulog harus lebih diperkuat, terutama dalam hal distribusi dan ketersediaan stok pangan di seluruh wilayah Indonesia. Jangan sampai persoalan klasik ini dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah konkret yang berpihak pada rakyat,” tuturnya.

Saadiah juga menyatakan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus mendorong agar pemerintah lebih serius dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama dengan memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki sistem distribusi, serta menindak tegas para spekulan yang memainkan harga di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

“Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh berkah, bukan justru bulan penuh beban bagi rakyat akibat lonjakan harga yang tidak terkendali,” kata Saadiah.

“Saya juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan stabilitas pangan yang lebih baik. Langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini, agar setiap Ramadan ke depan, persoalan ini tidak lagi menjadi beban bagi rakyat,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis