Nelayan Harap Waspada, Ada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan pada periode 7 - 10 Maret 2025.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan," kata BMKG dalam siaran pers yang diterima Holopis.com, Jumat (7/3).
BMKG menyampaikan, bahwa Bibit siklon 98S (7.0°LS dan 89.8°BT) di Samudra Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, kata BMKG, umumnya bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 8 - 25 knot
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Aceh hingga Mentawai, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat," terang BMKG.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku.
Kemudian gelombang dengan ketinggian sama juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua.
Sedangkan untuk potensi gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 - 4 meter terjadi di Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara, dan Papua Barat Daya.
Adapun nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan disarankan untuk tidak berlayar ke wilayah perairan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kemudian nelayan yang menggunakan kapal tongkang diimbau untuk tidak mengarungi wilayah dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Begitu juga dengan yang menggunakan moda transportasi kapal ferry agar menghindari wilayah dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar agar tidak berlayar di wilayah dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkas BMKG.