JAKARTA – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh saat ini dilaporkan berangsur-angsur sudah mulai surut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, setidaknya ada sebanyak 46 desa di 8 kecamatan terdampak banjir.
Sedikitnya 429 rumah yang ditinggali 429 KK terendam. Selain itu, 1 rumah ibadah, 1 sekolah, 1 jembatan juga terdampak banjir, termasuk persawahan dan jalan nasional.
“Adapun kondisi terkini banjir sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir,” kata Abdul Muhari dalalm keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (6/3).
Abdul memastikan bahwa Pemerintah daerah setempat telah memberikan dukungan berupa sembako dan kebutuhan keluarga lainnya kepada masyarakat terdampak.
Bencana banjir diketahui juga melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat. Sebanyak 18 gampong di 4 kecamatan terendam banjir dengan tinggi muka air 30-40 sentimeter.
“Sedikitnya 232 jiwa dari 56 KK yang tinggal di 56 rumah terdampak banjir hingga terkendala dalam melakukan aktivitas dan mobilisasi sehari-hari,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, bencana banjir hingga saat ini masih merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir melanda delapan kecamatan dan merendam 33 desa.
“Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm, menyebabkan aktivitas warga terganggu serta sejumlah fasilitas umum terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (5/3).
Banjir ini berdampak pada sedikitnya 168 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan, yaitu Kuala Batee, Blangpidie, Jeumpa, Susoh, Manggeng, Lembah Sabil, Babahrot, dan Tangan-Tangan.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi fasilitas pendidikan, satu masjid, serta menghambat akses jalan nasional. Lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan.

