Menperin Ungkap Biang Kerok Banyak Pabrik Tutup hingga Berujung PHK

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti maraknya penutupan pabrik, yang berimbas pada banyaknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri nasional.

Dia menjelaskan, bahwa banyaknya kasus penutupan pabrik yang terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan oleh beberapa hal, dari mulai permintaan pasar ekspor yang menurun hingga ketidakpekaan pelaku industri terhadap perkembangan teknologi yang ada.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Di antaranya penurunan demand pasar ekspor, karena mismanagement pabrik, perubahan strategi bisnis principal yang ingin mendekatkan basis produksi dengan pasar di luar negeri, pelaku industri terlambat mengantisipasi perkembangan teknologi sehingga produknya kalah bersaing, dan alasan lainnya,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (4/3).

Dari berbagai alasan tersebut, sebagian besar penutupan pabrik disebabkan turunnya permintaan domestik karena pasar dalam negeri dibanjiri produk impor.

- Advertisement -

Selain itu, menurut Agus, faktor penyebab meraknya PHK juga didorong oleh pelemahan belanja dalam negeri, dan juga akibat kelangkaan bahan baku.

“Dari beberapa alasan tersebut, kita tidak bisa kendalikan, terutama alasan terkait lemahnya permintaan pasar ekspor. Sedangkan yang terjadi di lapangan, penutupan industri/pabrik lebih banyak terjadi karena strategi bisnis,” tuturnya.

Agus memastikan Kemenperin fokus memonitor penutupan industri yang terutama disebabkan karena kelangkaan dan hambatan bahan baku produksi serta upgrade teknologi produksi, untuk bisa mencari penyelesaiannya.

Dia pun kembali menegaskan, perlu melihat dari berbagai faktor untuk memahami penyebab terjadinya PHK dan mencari solusinya, serta sinergi antara pemangku kebijakan terkait yang memiliki kewenangan untuk membahas solusi bersama.

“Di antaranya instansi yang bisa mengeluarkan kebijakan terkait safeguard, lartas, non-tariff barrier (NTB),” kata dia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis