BANTAENG – Bupati Bantaeng Fathul Fauzy Nurdin berkomitmen akan melunasi utang pemerintahan sebelumnya sebesar Rp 71 miliar lebih.
Fathul Fauzy menyampaikan hal itu dalam rapat paripurna saat serah terima jabatan dari Pejabat (Pj) Bupati Bupati Andi Abubakar kepada Bupati M Fathul Fauzy di gedung DPRD, dikutip Rabu (5/3).
Menurut Fathul Fauzy, serah terima jabatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol transisi kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa semangat baru dan ide-ide segar, serta komitmen yang kuat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Diantaranya soal penyelesaian utang pemerintah sebelumnya sebesar Rp 71 miliar lebih. Kita akan berkomitmen untuk melunasi utang tersebut,” janjinya.
Menurut Bupati Fathul Fauzy, tantangan menyelesaikan utang ini tidaklah mudah. Tetapi juga peluang bagi pemerintahan saat ini untuk lebih bijaksana dan lihai dalam mengelola keuangan daerah.
“Amanah yang telah diberikan kepada saya sebagai Bupati Bantaeng adalah tanggung jawab yang besar. Saya menyadari bahwa kepercayaan ini bukanlah sesuatu yang mudah, melainkan sebuah tugas mulia untuk mengabdi kepada masyarakat dan membawa Bantaeng menuju kemajuan yang lebih baik,” ucap anak mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah itu.
Bupati termuda di Sulsel ini juga menegaskan kepada seluruh Kepala OPD untuk mengikuti Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
“Kita harus memangkas program-program yang bersifat seremonial, bimtek, dan perjalanan dinas yang tidak mendesak, karena setiap rupiah yang kita keluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain membayar utang yang diwariskan bupati sebelumnya, Fathul Fauzy Nurdin juga berjanji akan memanfaatkan hasil perkebunan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantaeng.
“Kita fokus mengembangkan phasil pertanian untuk digunakan sebagai bahan Makan Bergizi Gratis,”ucapnya.


