JAKARTA – Memasuki Ramadan, rintangan yang dirasakan oleh masyarakat Palestina tak kunjung berjurang. Kali ini, Israel memblokir masuknya truk bantuan ke Gaza di hari Minggu (2/3). Pemblokiran ini dilakukan pasca kebuntuan perjanjian gencatan senjata yang telah menghentikan pertempuran.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa mereka sudah mengadopsi proposal utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, terkait gencatan senjata sementara di Gaza selama Ramadan.
Sementara itu dari foto-foto di Gaza menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina berusaha untuk menikmati momen berbuka puasa saat Ramadan di antara reruntuhan gedung.
Meja panjang dibentangkan dengan deretan kursi plastik untuk diduduki para warga.
Sementara itu, Hamas mengatakan mereka berkomitmen untuk menyutujui gencatan senjata dan memasuki fase kedua, asalkan negosiasinanti membahas gencatan senjata permanen untuk mengakhiri perang.
“Hamas hanya akan membebaskan sandera Israel yang tersisa berdasarkan ketentuan kesepakatan bertahap, yang telah disepakati sebelumnya,” kata Mahmoud Mardawi, dikutip Holopis.com, Selasa (4/3).
Hamas menolak masukan untuk memanjangkan durasi gencatan senjata selama hanya 42 hari. Hamas mengatakan mereka hanya akan membebaskan sandera, jika keinginan mereka terpenuhi.
Sebagai informasi Sobat Holopis, dalam fase pertama gencatan senjata, Hamas sudah membebaskan lebih dari 33 warga Israel, sementara Israel melepas 2000 warga Palestina. Israel juga menarik beberapa pasukan mereka di Gaza.
Kemudian di pembicaraan selanjutnya, perjanjian awal adalah Hamas membebaskan 59 sandera, dan Israel menarik semua pasukan dari Gaza
Tetapi Israel tak mau memulai pembicaraaan itu, karena mereka menuntut para sandera harus dikembalikan agar pertempuran berhenti.


