JAKARTA – Pelatih AC Milan Sergio Conceicao sampai saat ini kian jadi sorotan karena inkonsistensi Rossoneri, banjir kritik pun datang menghampirinya. Conceicao pun kesal dirinya terus dihujani kritik, ia juga menegaskan bahwa dirinya dan stafnya ingin dihormati.
Sebelumnya diketahui, Conceicao ditunjuk AC Milan jadi pelatih utama tim dua bulan yang lalu menggantikan Paulo Fonseca. Kedatangannya sempat membuka mata para fans Rossoneri, dimana pelatih berusia 50 tahun tersebut berhasil membawa AC Milan juara Piala Super Italia 2025.
Namun belakangan ini AC Milan nampak kesulitan untuk kembali ke performa terbaiknya. Dalam 10 laga terakhirnya, Rossoneri hanya bisa meraih empat kemenangan, empat diantaranya kekalahan. Menariknya dalam rentetan hasil itu, ada sekali menang dalam lima laga terakhir AC Milan.
Kemudian performa itu semakin diperparah dengan tersingkirnya AC Milan dari Liga Champions, Rossoneri kandas di babak playoff 16 besar, kemudian terhempas juga dari Coppa Italia dan nampaknya akan sulit untuk meraih trofi Liga Italia musim ini.
AC Milan di Liga Italia, tengah terseok-seok di posisi 8 klasemen sementara. Rossoneri tertinggal delapan poin dari Juventus di empat besar dengan sisa 12 laga.
Dengan kondisi itu, tak ayal Conceicao dihujani banyak sekali kritik, bahkan tak sedikit ada yang ingin Conceicao hengkang secepatnya.
Conceicao pun buka suara menganggapi kondisi saat ini, ia tak terima bahwa dirinya terus dihujani kritik, ia dan stafnya ingin dihormati.
“Saya memberikan segalanya. Setiap hari, orang-orang membicarakan tentang saya dan apakah saya akan bertahan atau tidak,” ungkap Conceicao, seperti dikutip Holopis.com dari Football Italia.
Lebih lanjut, Conceicao menegaskan bahwa seandainya pihak memutus kontraknya, maka dirinya akan langsung berkemas.
“Jika klub memutuskan untuk melepas saya pergi, saya akan siap-siap dan pergi. Saya tidak dihormati, saya terus dikritik. Saya melihat wawancara dengan pelatih-pelatih lain di hari pertandingan dan saya tidak akan pernah melakukan hal yang sama,” ujarnya lagi.
“Saya sudah memenangkan 13 trofi juara, saya selalu tampil bagus melawan tim-tim Italia, kecuali melawan Inter. Saya bukannya datang dengan tiba-tiba. Staf saya dan saya mesti dihormati,” tambahnya.
“Sekarang saya memang berada di sini, tapi saya tidak tahu untuk berapa lama, mungkin besok, atau satu setengah tahun. Milan akan terus berlanjut, tapi saya butuh rasa hormat,” imbuhnya.

