Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026

Capai Orgasme Luar Biasa saat Bercinta Tapi Malah Bikin Sedih? Begini Kata Ahli

Konten Dewasa
0 Shares

Berita Relasi :

JAKARTA – Mengalami orgasme yang luar biasa ketika sedang berhubungan seksual bersama pasangan merupakan hal yang tentunya diidam-idamkan oleh sebagian besar orang.

Namun terdapat kasus dimana seseorang justru merasa sedih, cemas, dan takut yang luar biasa ketika mendapat kenikmatan seksual yang tiada tara dari aktivitas seksual yang dilakukannya.

Advertorial

Psikolog dan Seksolog Klinis, Zoya Amirin menyampaikan, bahwa hal tersebut bisa saja terjadi, dimana bukan rasa senang yang dirasakan, melainkan rada sedih yang luar biasa saat mencapai orgasme.

“Beberapa orang mengalami perasaan sedih, gelisah, atau bahkan iritasi setelah berhubungan seksual, meskipun pengalaman itu sendiri terjadi dengan consent dan terasa menyenangkan,” kata Zoya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (25/2).

Dia mengatakan, bahwa kondisi tersebut merupakan kelainan seksual, yang disebut dengan istilah Post-Coital Depression atau PCD. Dia menuturkan, bahwa kelainan ini salah satunya dapat disebabkan oleh trauma.

“Kondisi ini disebut dengan post-coital depression. Ini biasanya disebabkan karena beberapa hal, salah satunya adalah trauma,” kata dia.

Rasa trauma tersebut, kata Zoya, terkadang tidak disadari oleh sebagian orang. Padahal rasa tersebut pernah juga dialami di masa lalu ataupun di masa kecil.

Dikutip Holopis.com dari Hallosehat, post-coital depression merupakan hal yang normal. Namun bukan berarti kondisi tidak lantas dibiarkan begitu saja, karena bisa mengganggu hubungan bersama pasangan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi tangisan seusai berhubungan intim dan menjaganya agar tidak berlarut-larut.

Sebelumnya, perlu diingat bahwa menangis setelah berhubungan intim merupakan hal yang normal, kecuali jika Anda melakukannya di luar persetujuan dalam hubungan yang abusif.

Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah jangan pernah menyalahkan diri sendiri saat mengalaminya. Tak perlu juga untuk menahan luaapan emosi agar dapat merasa lega.

Kemudian jika kondisi tersebut terjadi di tengah-tengah aktivitas berhubungan seksual, tidak ada salahnya meminta pasangan untuk berhenti sejenak.

Jika sudah membaik, lanjutkan aktivitas seksual bersama pasangan. Namun, jika gairah seksual sudah hilang, jangan paksakan diri.

Namun perlu adanya komunikasi dengan pasangan, bahwa apa yang terjadi bukanlah kesalahannya. Sehingga pasangan bisa tenang dan memaklumi.

Dari berbagai cara yang ada, yang lebih baik adalah berkonsultasi dengan ahli. Sehingga post-coital depression yang dialami dapat diketahui penyebab pastinya, serta bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya.

💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terbaru

Jangan Lewatkan