Rian D’Masiv Nilai Lagu Sukatani Bagian dari Ekspresi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah Tengah menjadi sorotan karena lagunya berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ yang dinilai menyindir pihak kepolisian. Bahkan, lagu tersebut telah ditarik dari peredaran dan vokalisnya sampai dipecat dari profesinya sebagai seorang guru.

Melihat itu, vokalis band tanah air D’Masiv Rian ikut berkomentar mengenai band tersebut. Menurutnya, setiap musisi sah-sah saja berkarya selagi itu tidak mengandung Suku, Ras, Agama dan Antargolongan atau SARA dalam liriknya.

- Advertisement -

“Sebenarnya itu adalah bagian dari ekspresi ya. Selama itu tidak mengandung lirik yang ada unsur konsur SARA atau mungkin memaki, keyakinan itu harusnya masih bisa ditoleransi,” ujar Rian di Jakarta, Senin (24/2/2025).

Rian bahkan secara terangan-terangan sangat menyayangkan keputusan untuk menarik lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ dari semua layanan streaming. Pemilik nama lengkap ian Ekky Pradipta menyebut seharusnya sebuah karya seni tidak boleh dibatasi terutama atas kepentingan satu belah pihak.

- Advertisement -

“Tapi sebenarnya, yang namanya seniman itu memang enggak bisa dibatasi ya. Kayak pelukis gitu atau penulis buku. Makanya kan kita juga belum tahu nih aturannya seperti apa sih kalau bikin lirik, atau mungkin bisa juga di undang-undang misalnya gitu ya. Mudah-mudahan ada titik temu, agar intinya gimana caranya kita bisa berkesenian, bisa bebas tapi juga tidak menyinggung siapapun,” tekannya.

Sebagai sesama musisi, Rian turut memberikan dukungan kepada band Sukatani untuk pantang menyerah. Penyanyi 38 tahun ini berharap hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi band Sukatani untuk menciptakan karya-karya yang lebih luar biasa lagi di masa depan.

“Terus berkarya, jangan pernah berhenti berkarya karena pasti ada hikmah kan dari sini. Maksudnya dari kejadian ini akhirnya Sukatani jadi lebih besar lagi. Jadi malah banyak rezeki dan lain-lain. Jadi selalu ada hikmah dari apapun yang terjadi,” katanya.

Sebagai informasi, lagu band Sukatani berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ menjadi kontroversi karena liriknya berisikan praktek pungutan liar atau pungli yang menghina oknum kepolisian. Kedua anggotanya telah membuat video permintaan maaf kepada institusi Polri serta mengimbau kepada para penggemarnya untuk menghapus lagu tersebut di seluruh platform digital.

Namun masyarakat menganggap permintaan maaf dari Sukatani karena adanya tekanan dari kepolisian. Masyarakat malah geram dengan polisi, yang dianggap tak bisa dikritik. Padahal lirik dari lagu “Bayar Bayar Bayar” adalah realita apa yang terjadi di tengah masyarakat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis