JAKARTA – Bencana banjir yang melanda pemukiman warga di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung semakin meluas hingga akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (22/2) dini hari menyebabkan ribuan rumah tergenang air.
“Hingga kini, tercatat 9.353 KK terdampak dan satu korban jiwa meninggal dunia akibat bencana ini,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (24/2).
Abdul menyebut bahwa bencana banjir merendam 14 kecamatan di Bandar Lampung, termasuk Kedamaian, Tanjung Karang Barat, Kemiling, dan Rajabasa.
“Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat dengan merendam fasilitas umum, jalan nasional, serta beberapa fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Abdul memastikan bahwa BPBD Kota Bandar Lampung bersama pihak terkait telah melakukan upaya evakuasi warga, distribusi bantuan darurat, dan asesmen terhadap dampak bencana.
Sementara itu, untuk beberapa wilayah seperti Pematang Wangi, Way Kandis, Tanjung Senang, dan Labuhan Ratu Raya masih terendam air dengan kondisi yang belum menunjukkan tanda-tanda surut sepenuhnya.
Menghadapi berbagai bencana ini, Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan angin kencang.
“Warga diharapkan selalu memantau informasi cuaca terkini dari instansi terkait serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan,” imbaunya.
“Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi BPBD setempat atau pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan dan arahan dari pemerintah daerah serta petugas di lapangan,” sambungnya.

