JAKARTA – Membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau alat korek kuping lainnya sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Rasanya memang nyaman, tetapi tahukah Sobat Holopis bahwa terlalu sering mengorek kuping justru bisa berbahaya?
Banyak orang mengira bahwa membersihkan kotoran telinga secara rutin itu penting, padahal tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan kotoran tersebut.
Terlalu sering mengorek kuping bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang tidak disadari. Berikut ini adalah empat bahaya yang perlu Sobat Holopis waspadai.
1. Risiko Cedera pada Saluran Telinga
Salah satu bahaya terbesar dari kebiasaan mengorek telinga adalah risiko cedera pada saluran telinga. Saluran telinga memiliki kulit yang sangat tipis dan sensitif, sehingga mudah terluka jika terlalu sering dimasuki benda asing seperti cotton bud atau alat korek kuping lainnya.
Luka kecil pada saluran telinga bisa menyebabkan rasa nyeri, peradangan, dan bahkan infeksi jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, cedera yang lebih parah dapat menyebabkan pendarahan dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
2. Mendorong Kotoran Telinga Lebih Dalam
Alih-alih membersihkan telinga, terlalu sering mengorek kuping justru bisa membuat kotoran terdorong lebih dalam. Kotoran telinga atau serumen sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu menjaga kelembapan serta melindungi telinga dari debu dan bakteri.
Jika Sobat Holopis terlalu sering mengorek telinga, kotoran bisa terdorong hingga ke bagian dalam telinga dan membentuk sumbatan. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran sementara, rasa penuh di telinga, hingga infeksi jika tidak segera ditangani.
3. Risiko Infeksi Telinga
Menggunakan alat korek kuping yang tidak steril atau mengorek telinga terlalu dalam bisa meningkatkan risiko infeksi. Telinga memiliki ekosistem alami dengan bakteri baik yang menjaga keseimbangan kesehatan. Jika Sobat Holopis mengganggu ekosistem ini dengan sering mengorek telinga, bakteri jahat bisa masuk dan menyebabkan infeksi.
Infeksi telinga biasanya ditandai dengan rasa nyeri, keluarnya cairan dari telinga, demam, hingga penurunan pendengaran sementara. Dalam kasus yang lebih serius, infeksi ini bisa menyebar ke bagian lain dari telinga dan membutuhkan penanganan medis.
4. Berisiko Merusak Gendang Telinga
Bahaya paling serius dari kebiasaan mengorek telinga adalah kemungkinan merusak gendang telinga. Gendang telinga adalah membran tipis yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara. Jika Sobat Holopis terlalu sering memasukkan cotton bud atau alat lainnya terlalu dalam, ada risiko gendang telinga robek atau berlubang.
Kerusakan pada gendang telinga bisa menyebabkan kehilangan pendengaran, tinitus (denging di telinga), atau rasa sakit yang luar biasa. Dalam beberapa kasus, gendang telinga yang robek bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi ada pula yang memerlukan tindakan medis untuk memperbaikinya.
Hati-hati setiap kali menggunakan korek kuping Sobat Holopis, kesehatan gendang telinga sangat penting untuk terus dijaga.

