JAKARTA – Partai Demokrat menganggap Sekjen PDIP sedang menampilkan kepanikannya di depan publik saat akan ditahan oleh penyidik KPK di kasus perintangan dan penyuapan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, dengan sikap panik jelang dipenjara, maka Hasto berbicara melantur hingga membawa nama Jokowi dan keluarga.
“Kalau orang panik, apa saja bisa saja diucapkan, gitu. Menurut kami, nggak perlu dikomentari-lah. Nggak ada yang perlu dikomentari dari yang seperti itu,” kata Herzaky Mahendra dalam pernyataannya pada Jumat (21/2).
Herzaky kemudian meminta Hasto sebaiknya membuktikan saja segala alibinya selama ini dan membiarkan publik untuk menilainya.
“Ya silakan saja, masyarakat sudah pintar. Sangat memahami seperti apa situasi hari ini. Ya kan, toh juga akan terbukti nanti di persidangan,” ujarnya.
“Misalnya Pak Hasto merasa tidak bersalah, buktikan saja di persidangan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Herzaky meyakini bahwa selama ini KPK sudah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan Hasto sebagai tersangka hingga masuk bui.
“Tetapi kok ternyata di dalam persidangan tuh bukti-bukti dari KPK-nya semua sangat lengkap. Ya mohon maaf, gitu. Yang pasti kita percaya KPK akan menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Itu saja kita tunggu,” tuturnya.
Dia mengatakan tak ada yang luar biasa dalam penetapan tersangka Hasto. Dia menyerahkan ke KPK dalam penegakan hukum.
“Kita biarkan proses berjalan gitu ya. Nggak ada hal yang luar biasa. Kita percaya dengan KPK, toh KPK juga menjelaskan alasan-alasannya. Sudah ada juga, misalnya, mengapa ditetapkan sebagai tersangka, kan sudah ada,” jelasnya.
Lebih lanjut Herzaky mengaku tak melihat penetapan tersangka Hasto sebagai politisasi hukum. Menurutnya, KPK juga berhati-hati dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka.
“Kalau kami nggak melihatnya begitu ya. Kita percayakan saja pada KPK. Kita tunggu saja seperti apa, toh kan akan ada bukti, akan ada saksi yang disampaikan oleh KPK. Jadi silakan saja, kita tunggu saja, dan kita percayakan kepada KPK,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melemparkan omon-omon atau orasi sesaat sebelum dijebloskan oleh penyidik ke rutan KPK usai menjalani proses pemeriksaan.
Dimana dalam salah satu orasinya tersebut, Hasto Kristiyanto kemudian malah membawa-bawa nama Jokowi untuk segera diperiksa.
Dengan nada penuh semangat dan tangan terborgol, Hasto berharap agar penahanannya ini menjadi momentum bagi KPK berani memeriksa keluarga Jokowi.
“Semoga ini menjadi momentum bagi KPK untuk menegakan hukum tanpa kecuali termasuk memeriksa keluarga pak Jokowi,” kata Hasto dalam orasinya seperti dikutip Holopis.com, Kamis (20/2).
Hasto dengan bangganya jelang ditahan pun masih terlihat memekikan kata merdeka sembari digiring penyidik ke mobil tahanan yang telah menunggunya.
“Terimakasih. Merdeka,” pekiknya.

