42 Rumah di Sragen Rusak Diterjang Angin Kencang


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Bencana angin kencang yang disertai kondisi hujan lebat melanda di sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, angin kencang melanda tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Desa Jatibatur di Kecamatan Gemolong, Desa Jeruk di Kecamatan Miri, dan Desa Wonorejo di Kecamatan Kalijambe.

"Peristiwa ini menyebabkan 42 unit rumah rusak 1 fasilitas ibadah terdampak, 1 unit sekolah rusak, dan 39 titik pohon tumbang," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (23/2).

Abdul juga mengungkapkan, terdapat beberapa pohon tumbang yang mengenai kabel listrik sehingga akses aliran listrik padam.

"BPBD Kabupaten Sragen segera melakukan penanganan pohon tumbang didukung dengan relawan PB yang berada di wilayah tersebut. Sementara untuk pohon tumbang yang mengenai kabel listrik, BPBD berkoordinasi dengan PLN setempat," jelasnya.

Abdul menjelaskan bahwa hingga kini penangan pohon tumbang dan rumah rusak masih dilakukan. Luasnya cakupan wilayah yang terdampak menjadi salah satu kendala penangan.

"Kondisi cuaca yang masih hujan juga menghambat penangan darurat angin kencang," ungkapnya.

Sementara itu, pada hari yang sama yakni pada Sabtu(22/2), angin kencang ikut menerjang Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Angin kencang yang diserai hujan deras ini merusak beberapa rumah warga. Sedikitnya 25 unit rumah terdampak kejadian ini," tuturnya.

BPBD Kabupaten Bone melakukan assesment dan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat guna melakukan penanganan.

Menyikapi peristiwa bencana yang terjadi diberbagai daerah, Abdul mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.

"Jika terjadi angin kencang, segera hindari pohon-pohon yang berpotensi mengalami tumbang. Berlindung di dalam bangunan yang kuat," imbaunya.

"Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam. Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat," tambahnya.

Tampilan Utama