JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak masalah dengan aksi demonstrasi kelompok mahasiswa bertajuk ‘Indonesia Gelap’.
Aksi demonstrasi tersebut dinilai sebagai bagian penyampaian aspirasi dalam semangat untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
“Tidak masalah. Kita kan, mohon maaf ya, kami mewakili pemerintah, saya sendiri mewakili Bapak Presiden Prabowo. Kami dahulu sebelum diberi amanah oleh rakyat untuk pemerintah, kita juga berjuang di jalur politik, ya sudah biasa itu menghadapi aspirasi-aspirasi dan kita sangat menghormati,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Prasetyo pun menegaskan bahwa Presiden Prabowo berharap agar demonstrasi tersebut bisa bersifat konstruktif dan bukan malah menjatuhkan.
“Semangatnya harus konstruktif. Jangan kritik yang misalnya cenderung tendensinya negatif, cenderung tendensinya membentur-benturkan,” ujarnya.
Selain itu, Prasetyo berharap agar para mahasiswa tersebut bisa tertib dalam menyampaikan pendapat dan bukan malah jadi ajang merusak fasilitas publik.
“Energinya negatif, bukan untuk perbaikan. Malah mohon maaf adik-adik, please tolong jangan merusak fasilitas-fasilitas,” pintanya.
Prasetyo mengaku dirinya dahulu seperti mahasiswa yang kerap menyampaikan aspirasi. Hanya saja, kata dia, yang dibutuhkan sekarang adalah persatuan di tengah konstelasi dunia yang tidak baik-baik saja.
“Kita harus mawas diri. Kita harus hati-hati betul. Saudara pelajari di beberapa negara satu sama lain saling bentrok. Kita tidak membutuhkan itu,” tegasnya.

