Efiesien Anggaran Tak Sentuh Pendidikan dan Kesehatan, Tapi Jadi Detox Raja-raja Kecil


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa optimisme pemerintahan Prabowo Subianto sangat nyata. Bahkan ketakutan yang muncul akibat efisiensi anggaran negara tidak perlu dirisaukan.

"Perintah Presiden Prabowo terang benderang," kata Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (20/2/2025).

Hal ini disampaikan Dahnil, bahwa pemangkasan anggaran operasional APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan menyentuh sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

"Tidak ada efisiensi atau pemotongan pada alokasi anggaran yang langsung terkait pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Termasuk di pemerintah daerah," ujarnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Matahari Pagi Indonesia (MPI) tersebut mengatakan bahwa, kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebenarnya juga berkaitan dengan upaya untuk memangkas "raja-raja kecil" yang selama ini bercokol mengeruk APBN untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Sehingga, efisiensi anggaran ini tujuannya bukan menghambat agenda pembangunan, akan tetapi memastikan bahwa duit rakyat hasil pajak yang ada di APBN tidak menguap begitu saja, akan tetapi dapat langsung dialokasikan untuk membangun dan mengelola kepentingan rakyat secara rill.

"Upaya-upaya membelokkan agenda efisiensi oleh raja-raja kecil harus ditertibkan dan dilawan," tegasnya.

Selain itu, Dahnil Anzar Simanjuntak juga menilai bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah alat pengeluar racun tubuh yang sangat efektif untuk kesehatan anggaran dan tata kelola pemerintahan saat ini dan ke depan.

"Kebijakan Presiden Prabowo bak detox racun-racun yang selama ini terlalu lama dibiarkan. Sehingga, anggaran publik tidak sampai untuk kepentingan rakyat banyak," tukasnya.

Oleh sebab itu, wajar ketika ada sekelompok masyarakat tertentu seolah marah dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintahan Presiden Prabowo tersebut. Sebab kepentingan raja-raja kecil yang dimaksudnya terganggu sehingga mereka marah besar.

"Tentu kebijakan detox ini mendapat perlawanan dari raja-raja kecil yang status quo-nya terganggu. Lahan rentenya ditutup," tutur Dahnil.

Tampilan Utama