BNPB : Ketinggian Banjir di Kabupaten Bima Masih Fluktuatif


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga saat ini masih merendam rumah warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kondisi mutakhir yang dilaporkan ketinggian air dilaporkan masih fluktuatif mulai dari 20 hingga 60 sentimeter.

Abdul menjelaskan bahwa banjir yang merendam tujuh desa yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat berangsur mulai surut.

Ketujuh desa tersebut adalah Desa Simpasai dan Desa Pela di Kecamatan Monta, Desa Pandai dan Desa Dadibou di Kecamatan Woha, Desa Rada di Kecamatan Bolo, Desa Sari di Kecamatan Sape dan Desa Hidirasa di Kecamatan Lambu.

"Banjir yang menggenangi Desa Dadibou 20-60 cm, Desa Pandai 20-40 cm, Desa Sari 20-50 cm, Desa Hidirasa 20-200 cm sudah mulai surut dan Desa Rada 20-40 cm air belum surut berdampak pada 168 KK," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (19/2).

Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Bima masih terus melakukan pendataan korban terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Abdul kemudian menambahkan, dinamika perubahan cuaca jelang masuknya musim peralihan di sejumlah wilayah Tanah Air diharapkan menjadi atensi bersama untuk kesiapsiagaan.

Kendati sebagian wilayah masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem sehingga upaya pencegahan yang meliputi peningkatan kesiapsiagaan, mitigasi dan peringatan dini diharapkan dapat dimaksimalkan.

"Bentuk sinergi pemerintah, antar lembaga, dunia usaha, media massa dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan bersama dalam menghadapi potensi risiko bencana," tuntasnya.

Tampilan Utama