JAKARTA – Direktur Barcelona Deco tak menyesalkan apa pun terkait insiden pemecatan Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan Blaugrana. Bahkan ia menganggap langkah klub sudah sebagaimana mestinya harus dilakukan.
Seperti yang telah diketahui bersama sebelumnya, bahwa Barcelona memecat Xavi Hernandez pada 2024 lalu. Dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2021, Xavi sukses memenangkan trofi Liga Spanyol yang telah hilang dari genggaman Blaugrana selama empat musim, lalu trofi Piala Super Spanyol pun berhasil didapat Xavi.
Xavi Hernandez kemudian gagal mempertahankan konsistensi Barcelona, sampai akhirnya Xavi memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih utama Blaugrana pada Januari 2024.
Namun Barcelona meyakinkannya, hingga akhirnya Xavi bertahan dari kursi kepelatihan. Akan tetapi, Blaugrana membuat keputusan yang mencengangkan, dimana tiga bulan setelahnya, Xavi dipecat.
Insiden pemecatan Xavi Hernandez itu pun turut menimbulkan kritik pedas. Akan tetapi, Deco menyampaikan, keputusan Barcelona memecat Xavi sudah seharusnya terjadi.
“Kepergian Xavi itu tidak mudah, karena dia telah memenangi liga, dia bergabung dengan klub di masa sulit dan menerima tantangannya,” ungkap Deco, seperti dkutip Holopis.com dari SPORT.
“Namun musim lalu itu sangat sulit dalam segala hal, itulah kenapa kami memutuskan bahwa hal yang baik adalah pergantian di bangku cadangan,” sambungnya.
“Saya tak menyesali apapun karena saya selalu terbuka dan jujur. Saya selalu mengatakan hal-hal yang saya yakini dan apa yang saya pikirkan saat itu,” tambahnya.
“Xavi akan selalu menjadi teman dan orang penting bagi saya. Dia telah menjadi rekan setim, dan merupakan orang yang sangat penting dalam sejarah klub, salah satu pemain terpenting dalam sejarah Barcelona,” tukasnya.
Lebih lanjut, Deco menegaskan bahwa di sepakbola apa pun bisa terjadi, tak melulu sesuai dengan rencana yang diinginkan.
“Kami sangat menyayanginya, namun sepak bola adalah sepak bola. Terkadang hal-hal tak berjalan sesuai dengan apa yang anda pikirkan dan anda harus berubah,” ujarnya lagi.
“Kita tak boleh lupa bahwa orang pertama yang mengambil langkah untuk pergi adalah Xavi, dan kemudian dia berubah pikiran, dan seluruh drama yang harus kami lalui pun terjadi,” tambahnya.
“Akan tetapi saya tak menyesalkan apapun, antara lain karena itu bukan keputusan saya, bukan saya yang memutuskannya,” sambungnya.
“Keputusan itu akhirnya dibuar karena serangkaian hal yang terjadi dan karena itu lah kami sammpai pada kesimpulan bahwa perubahan adalah yang terbaik,” imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, selepas kepemimpinan Xavi Hernandez, kini Barcelona ditangani oleh Hansi Flick.

