Hati-hati, Ini Dampak Buruk Sering Santap Makanan Terlalu Panas

0 Shares

JAKARTA – Menyantap makanan yang terlalu panas mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, terutama dalam budaya makan di mana makanan panas dianggap lebih lezat. Namun, Sobat Holopis tahu tidak bahwa kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mulut, terutama pada bagian gigi.

Terlalu sering membiasakan diri mengonsumsi makanan yang terlalu panas bahkan mendidih, dapat membuat rusak gigi, dan membuat gigi semakin sensitif. Tentunya dampak-dampak ini akan sangat merugikan untuk kesehatan.

- Advertisement -

Berikut ini Sobat Holopis merupakan beberapa dampak yang perlu diperhatikan demi menjaga kesehatan gigi.

1. Kerusakan Email Gigi

- Advertisement -

Email gigi adalah lapisan pelindung terkuat di tubuh kita, namun suhu tinggi dapat merusaknya. Ketika makanan terlalu panas masuk ke dalam mulut, suhu tinggi dapat menyebabkan email gigi mengendur dan menjadi rapuh. Kerusakan ini bisa bersifat permanen dan menyebabkan gigi menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan sensitivitas.

2. Sensitivitas Gigi

Makanan yang terlalu panas dapat meningkatkan sensitivitas gigi. Setelah email gigi rusak, gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu dingin, manis, atau asam. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang sangat mengganggu saat Sobat Holopis mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

3. Peningkatan Risiko Karies

Email gigi yang tergores dan rusak akan memudahkan bakteri untuk menyerang gigi. Bakteri ini dapat berkembang biak dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut, seperti pembentukan plak dan karies. Karies adalah masalah serius yang dapat menyebabkan rasa sakit, infeksi, dan bahkan kehilangan gigi jika tidak ditangani dengan baik.

4. Peradangan Gusi

Paparan suhu tinggi juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan gusi. Ketika gusi teriritasi, mereka dapat menjadi meradang dan menyebabkan masalah kesehatan mulut lainnya. Peradangan gusi bisa menjadi lebih serius jika tidak diobati, berpotensi menyebabkan penyakit gusi yang lebih parah.

5. Perubahan Warna Gigi

Makanan panas sering kali mengandung bahan pewarna atau zat yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Ketika gigi sudah rusak, lapisan enamel yang tipis tidak bisa lagi melindungi gigi dari noda tersebut, yang dapat mengakibatkan perubahan warna gigi menjadi kuning atau kecokelatan.

Untuk menjaga kesehatan gigi, penting untuk Sobat Holopi agar tidak terburu-buru saat makan. Biarkan makanan sedikit mendingin sebelum disantap untuk melindungi email gigi dan mengurangi risiko masalah gigi di kemudian hari.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis