5 Alasan Mengapa Gigi Berwarna Kuning


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Gigi yang berwarna cenderung kuning ternyata tidak hanya melulu karena kebersihan atau kebiasaan buruk terlalu sering minum teh atau kopi. Gigi kuning juga bisa disebabkan oleh genetik.

Meskipun tidak terlalu memiliki dampak pada kasus-kasus tertentu, gigi yang berwarna kuning bisa menjadi masalah estetika yang mengganggu rasa percaya diri sebagian orang.

Karena itu, ini dia deretan alasan mengapa gigi seseorang bisa kuning, agar Sobat Holopis tahu cara menanganinya dengan tepat.

1. Kebersihan Gigi yang Buruk

Salah satu penyebab utama gigi berwarna kuning adalah kebersihan gigi yang buruk. Jika Sobat Holopis tidak menyikat gigi secara teratur atau tidak menggunakan benang gigi, sisa-sisa makanan dan plak akan menempel di permukaan gigi. Plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi tartar, yang sulit dihilangkan dan dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.

2. Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Beberapa makanan dan minuman dapat meninggalkan noda pada gigi. Kopi, teh, anggur merah, dan minuman berkarbonasi adalah beberapa contoh yang sering menyebabkan gigi berwarna kuning. Pigmen dalam makanan dan minuman ini dapat menempel pada enamel gigi, menyebabkan perubahan warna seiring waktu. Jika Sobat Holopis adalah penggemar minuman ini, pertimbangkan untuk mengurangi konsumsinya atau membersihkan gigi setelah mengonsumsinya.

3. Merokok

Kebiasaan merokok bukan hanya berdampak buruk pada kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat menyebabkan gigi berwarna kuning. Nikotin dan tar dari rokok dapat meninggalkan noda yang sulit dihilangkan pada gigi, menyebabkan perubahan warna yang signifikan. Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah yang sangat penting tidak hanya untuk kesehatan gigi, tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

4. Usia

Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel pada gigi akan menipis. Enamel yang menipis akan membuat lapisan dentin yang lebih kuning terlihat lebih jelas. Penuaan adalah proses alami, tetapi Sobat Holopis dapat memperlambatnya dengan menjaga kebersihan gigi dan menghindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda.

5. Faktor Genetik

Genetika juga memainkan peran dalam warna gigi. Beberapa orang secara alami memiliki gigi yang lebih kuning dibandingkan yang lain. Jika Sobat Holopis memiliki riwayat keluarga dengan gigi kuning, kemungkinan Sobat Holopis juga mengalami hal yang sama. Namun, ini tidak berarti Sobat Holopis tidak dapat melakukan apapun untuk memperbaikinya. Perawatan gigi yang baik dan pemutihan gigi bisa menjadi solusi.

Menjaga kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang, sehingga dengan memahami penyebab gigi berwarna kuning dan mengambil langkah-langkah pencegahan, Sobat Holopis dapat menjaga gigi tetap putih dan sehat.

Tampilan Utama