Sabrang Ingatkan Batik Terancam Punah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Budayawan sekaligus putra Cak Nun, Sabrang Mowo Damar Panuluh mewanti-wanti bahwa batik sebagai warisan budaya milik Indonesia akan berangsung menuai kehancuran. Hal ini disampaikan Sabrang dalam kegiatan Kenduri Cinta.

“Bentar lagi punah batik sini,” kata Sabrang seperti ditayangkan Youtube CakNun.com yang dikutip Holopis.com, Minggu (9/2/2025).

- Advertisement -

Ia menilai alasan mengapa batik Indonesia terancam pundah, karena ada sebuah invasi yang dilakukan negara tertentu untuk merusak daya produksi batik di Indonesia secara tidak langsung.

“Berapa BPR yang dibeli sama China. Kenapa? Itu mau dihabisin produksi di sini. Dinaikin harganya, dibeli sama mereka, dinaikin standar hidupnya, kemudian mereka gak bisa nerusin, kemudian dimodalin sama BPR untuk impor, terus lama-lama produksinya dari China semua,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia pun mempersilakan agar para ilmuan untuk meneliti apa yang ia sampaikan tersebut. Apakah tren penurunan batik nasional memang mengalami situasi seburuk yang disampaikannya itu.

“Silakan diteliti saja. Berapa BPR yang sudah dibeli China, masuk ke dunia yang diimpor dari China batiknya udah berapa, naik grafiknya berapa, hitung 10 tahun lagi ke mana,” tuturnya.

Alasan lain mengapa kejayaan batik terancam punah, karena daya pikir atau IQ bangsa Indonesia rendah. Terlebih karena batik sebenarnya bukan budaya yang dianggap sebagai obyek yang perlu dipertahankan oleh generasi saat ini. Sehingga daya minat untuk mempertahankan budaya tersebut tidak benar-benar tumbuh di benak masyarakat Indonesia sekarang.

“Kalau ngomong batik, kita selalu mengenang kejayaan dan kehebatan nenek moyang. Itu peradaban yang bukan kamu bangun, itu peradaban yang nenek moyang kamu bangun, kamu belum bangun apa-apa,” ketusnya.

Sabrang pun berseloroh bahwa budaya masyarakat Indonesia saat ini adalah budaya media sosial. Di mana mereka hanya terpaku dengan platform digital untuk kepentingan dopamin semata.

“Budaya apa yang kamu bangun? Budaya TikTok kok, budaya Instagram,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kesadaran diri untuk meningkatkan kualitas diri menjadi sangat penting, agar bangsa Indonesia tidak sekadar membanggakan budaya nenek moyang semata.

“Jangan bilang peradaban kita tinggi, itu nenek moyang kita yang bikin. Bersyukur kita punya nenek moyang yang hebat, bukan berarti anaknya hebat,” tandasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru