JAKARTA – Bencana hujan deras disertai dengan angin kencang melanda sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah sejak Jumat (8/2).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, angin kencang melanda delapan desa yang berada di empat kecamatan.
Desa terdampak yaitu Desa Mojokerto, Desa Mojodoyong, Desa Karangpelem, Desa Jenggrik dan Desa Bendungan di Kecamatan Kedawung, Desa Saradan di Kecamatan Karangmalang, Desa Sambirejo di Kecamatan Sambirejo dan Kelurahan Sepat di Kecamatan Masaran.
“Hasil kaji cepat sementara tercatat 130 jiwa terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (9/2).
Selain itu, Abdul mengatakan bahwa untuk kerugian materiil dilaporkan 41 rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang, satu fasilitas umum rusak berat, satu fasilitas kesehatan rusak ringan dan 37 pohon tumbang.
BPBD Kabupaten Sragen terus lakukan upaya pembersihan pohon tumbang dan asesmen terhadap warga terdampak.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca tanggal 8 hingga 9 Februari 2025, adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Jambi.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang antara lain Provinsi Bali, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kep. Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk siap siaga dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.
“Berbagai upaya dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan, seperti memantau kondisi tanggul, pembersihan saluran air atau daerah aliras sungai, penyiapan pompa air atau tempat penampungan air serta rencana kedaruratan untuk mempersiapkan lokasi evakuasi, logistik dan peralatan penanganan bencana,” imbaunya.

