Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Dahnil Nilai Reshuffle Kabinet Segera Terjadi

0 Shares

JAKARTA – Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, bahwa ultimatum yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato harlah 102 NU di Jakarta sebenarnya adalah peringatan yang seharusnya disampaikan dalam rapat terbatas.

“Beberapa peringatan Pak Prabowo terkait, yang disampaikan di ruang publik, tadinya adalah konsumsi terbatas. Namun, kini beliau sampaikan terbuka,” kata Dahnil di akun X @Dahnilanzar, Jumat (7/2/2025).

- Advertisement -

Peringatan semacam itu biasanya merupakan surat peringatan jika dalam konteks formal. Dan dengan melihat situasi semacam itu, ia menilai bahwa langkah untuk menuju ke surat peringatan ketiga bisa jadi akan terlaksana.

“Bila itu dalam bentuk formal, itu bisa bermakna SP 1, dan SP2. Dan, di waktu yang beliau inginkan, pasti ada langkah final yakni SP 3,” ujarnya.

- Advertisement -

SP 3 adalah surat peringatan terakhir yang menandakan keputusan berakhirnya kerja sama antara Presiden dengan pejabat publik terkait. Bisa saja diartikan sebagai reshuffle. Dan inipun dapat dilihat dengan statemen yang akhirnya dilontarkan oleh Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra, sekaligus Wakil Ketua DPR RI.

“Sinyalemen serupa ditunjukkan melalui pernyataan Ketua Harian,” terang Dahnil.

Sebelumnya diberitakan, bhawa Presiden Prabowo Subianto menekankan jika dirinya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih yang tidak seirama lagi dengan dirinya.

Usai menghadiri acara Harlah NU di Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pada dasarnya dia ingin menjalankan pemerintahan yang pro kepada rakyat.

“Jadi kita ingin rakyat menuntut pemerintah yang bersih yang bekerja dengan benar. Jadi saya ingin tegakan itu,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Rabu (5/2) malam.

Bahkan, Presiden Prabowo memastikan bahwa dirinya tidak segan untuk menyingkirkan siapapun menteri yang tidak mau bekerja untuk rakyat.

“Jadi kepentinhgan hanya untuk bangsa rakyat tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau bekerja benar benar untuk rakyat saya akan singkirkan,” tegasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru