JAKARTA – Hubungan intim merupakan bagian penting dalam kehidupan pasangan, baik dari segi fisik maupun emosional. Namun, ada kalanya pasangan mengalami jeda panjang dalam berhubungan intim, entah karena kesibukan, stres, masalah kesehatan, atau faktor lainnya.
Kendati demikian, lama tidak berhubungan intim ternyata dapat memberikan beberapa efek, baik secara fisik maupun psikologis lho, Sobat Holopis. Berikut ini adalah beberapa efek yang akan dirasakan seseorang yang sudah lama tidak berhubungan intim.
Efek Fisik
Fisik kita dapat saja mengirimkan sinya-sinyal yang merupakan tanda dari kurangnya hubungan seks.
1. Penurunan Imun Tubuh
Berhubungan intim secara teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Studi menunjukkan bahwa pasangan yang aktif secara seksual memiliki kadar antibodi lebih tinggi, sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Sebaliknya, jika terlalu lama tidak berhubungan intim, daya tahan tubuh bisa menurun.
2. Risiko Disfungsi Seksual
Pada pria, jeda panjang dalam aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi, terutama jika disertai faktor stres atau kecemasan. Sementara pada wanita, kurangnya stimulasi seksual dapat menyebabkan penurunan libido dan berkurangnya elastisitas jaringan vagina.
3. Gangguan Tidur
Seks merangsang pelepasan hormon oksitosin dan endorfin, yang membantu tubuh rileks dan tidur lebih nyenyak. Jika terlalu lama tidak berhubungan intim, kualitas tidur bisa terganggu, terutama jika stres dan kecemasan meningkat.
4. Menurunnya Kesehatan Jantung
Studi menunjukkan bahwa berhubungan intim secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Kurangnya aktivitas seksual dalam waktu lama dapat sedikit meningkatkan risiko hipertensi dan masalah kardiovaskular.
Efek Psikologis dan Emosional
Kurangnya berhubungan intim dengan pasangan juga bisa sangat memengaruhi psikologis dan emosional kita lho!
1. Meningkatnya Stres dan Kecemasan
Seks membantu mengurangi kadar hormon stres seperti kortisol. Jika lama tidak berhubungan intim, stres dan kecemasan bisa meningkat, terutama jika ada tekanan dari pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.
2. Menurunnya Ikatan Emosional
Hubungan intim bukan hanya soal fisik, tetapi juga memperkuat kedekatan emosional antara pasangan. Jika terlalu lama tidak berhubungan, ada kemungkinan muncul rasa jauh atau kurangnya keintiman dalam hubungan.
3. Potensi Masalah dalam Hubungan
Kurangnya aktivitas seksual bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan, terutama jika salah satu pasangan masih memiliki gairah seksual yang tinggi sementara yang lain tidak. Hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman, frustrasi, atau bahkan perselingkuhan jika tidak dikomunikasikan dengan baik.
4. Penurunan Rasa Percaya Diri
Seks yang sehat berkontribusi terhadap kepercayaan diri seseorang. Jika dalam waktu lama tidak ada aktivitas seksual, beberapa orang mungkin merasa kurang menarik, tidak diinginkan, atau kehilangan kepercayaan diri dalam urusan ranjang.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jika jeda dalam hubungan intim mulai memengaruhi hubungan, ada beberapa cara untuk mengatasinya:
- Komunikasi Terbuka: Bicarakan dengan pasangan mengenai perasaan, kebutuhan, dan kendala yang dihadapi tanpa menyalahkan satu sama lain.
- Membangun Kedekatan Emosional: Cobalah untuk meningkatkan kedekatan dengan cara lain, seperti menghabiskan waktu berkualitas bersama, berpegangan tangan, atau melakukan aktivitas romantis.
- Mengatasi Stres dan Kelelahan: Jika faktor utama adalah stres atau kelelahan, cari cara untuk mengelolanya, seperti olahraga, meditasi, atau istirahat yang cukup.
- Meningkatkan Gaya Hidup Sehat: Makanan sehat, olahraga, dan tidur cukup dapat membantu meningkatkan energi dan gairah seksual.
- Mencari Bantuan Profesional: Jika ada masalah medis atau psikologis yang memengaruhi hubungan intim, berkonsultasi dengan dokter atau terapis bisa menjadi solusi yang tepat.

