JAKARTA – Hari Aspergillosis Sedunia diperingati pada 1 Februari di setiap tahunnya. Hari besar tersebut dirayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tentang infeksi Aspergillosis itu sendiri.
Ada pun infeksi Aspergillosis tersebut disebabkan oleh jamur Aspergillus, dimana jamur tersebut ditemukan di tempat yang lembab dan tentunya berjamur.
Dikutip Holopis.com dari National Day, Hari Aspergillosis itu sendiri untuk pertama kalinya diperingati pada 1 Februari 2018 silam.
Hari Aspergillosis tersebut dicetuskan oleh pasien di Pusat Aspergillosis Nasional, Manchesyter, Inggris. Tujuannya adalah untuk menyadarkan kesadaran terkait aspergillosis.
Sementara, Jamur Aspergillus tersebut kerap ditemukan di beberap tempat, mulai di daun mati, biji-bijian, tumpukan kompos hingga ada di tanaman yang membusuk.
Jamur tersebut jika tak sengaja terkonsumsi, maka akan menyebabkan infeksi dan menyerang individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Ada pun beberapa gejala jika individu terjangkit infeksi Aspergillosis, seperti batuk, demam, penurunan berat badan hingga batuk berdarah, dimana gejala itu masuk dalam kategori atau bentuk Aspergillosis bronkopulmoner alergi. Selain itu, masih banyak lagi bentuk dari infeksi Aspergillosis.



