“Saya meminta Polri memanggil dan memeriksa Tiktoker Netha untuk membuka oknum Polisi yang dia maksud. Jika tidak bisa membuktikannya, maka tudingan itu adalah fitnah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa waspada dan menelaah kembali narasi video apa pun yang diterima dari kreator konten. Saring apakah yang disampaikan adalah narasi penyesatan, penggiringan opini atau benar-benar informasi yang kredibel. Sehingga publik tidak salah langkah dan bisa berdampak negatif ke depannya. Dan ketika menemukan pelanggaran oknum Polisi, sebaiknya segera dilaporkan kepada Polri untuk bisa ditindaklanjuti lebih jauh.
“Ini adalah bentuk kecintaan kepada institusi Polri agar bisa semakin dekat dengan rakyat,” papar Habib Syakur.
Terakhir, ia juga tak menampik adanya oknum yang tidak profesional. Namun bagi Habib Syakur, seluruh elemen masyarakat juga patut untuk mendukung langkah perbaikan yang tengah dilakukan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Saya menilai semangat Polri berbenah harus didukung. Jangan ada upaya-upaya memojokkan dengan narasi negatif, lebih baik ikut mengawasi dan memberikan solusi agar Polri terus melakukan pembenahan pembaharuan, sehingga bekerja profesional dan lebih terpercaya,” pungkasnya.