Ingin Anak Laki-laki? Coba Posisi Seks Ini Sob

Konten Dewasa
0 Shares

Berita Relasi :

JAKARTA – Meskipun terdengar mustahil, memilih posisi seks tertentu untuk mendapatkan anak laki-laki ternyata memiliki dasar ilmiah, Sobat Holopis. Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah teori bernama The Shettles Method, yang dikembangkan oleh Dr. Landrum Shettles.

Metode ini menyatakan bahwa jenis kelamin janin dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk posisi bercinta, waktu hubungan seksual, orgasme, dan penggunaan douche.

Advertorial

Dalam artikel ini, kita akan membahas posisi seks yang mendukung peluang memiliki anak laki-laki, sekaligus mengeksplorasi cara menjaga hubungan intim tetap menyenangkan.

Memahami Teori The Shettles Method

Menurut teori ini, sperma pembawa kromosom Y (laki-laki) dan X (perempuan) memiliki karakteristik berbeda. Sperma dengan kromosom Y lebih kecil, kepala bulat, dan berenang lebih cepat dalam kondisi basa—lingkungan yang biasanya ada di dekat serviks.

Sebaliknya, sperma dengan kromosom X cenderung lebih besar, kepala lonjong, berenang lebih lambat, tetapi mampu bertahan lebih lama di lingkungan asam seperti di vagina.

Berdasarkan teori ini, pasangan yang ingin memiliki anak laki-laki disarankan memilih posisi seks dengan penetrasi mendalam yang mendekati serviks, untuk meningkatkan peluang sperma kromosom Y mencapai sel telur lebih cepat.

Posisi Seks untuk Peluang Anak Laki-laki

Berikut adalah beberapa posisi bercinta yang dapat membantu meningkatkan kemungkinan hamil anak laki-laki:

Doggy Style

Posisi ini memungkinkan penetrasi yang dalam, sehingga sperma lebih dekat dengan serviks. Selain itu, posisi ini memungkinkan pasangan untuk menikmati hubungan intim tanpa perlu saling menatap, memberikan fokus lebih pada momen bersama.

Butterfly

Dikenal juga sebagai posisi “mekar,” posisi ini dilakukan dengan perempuan berbaring di tepi ranjang sementara pasangan berdiri untuk melakukan penetrasi. Posisi ini memungkinkan penetrasi yang dalam sekaligus memberikan stimulasi klitoris. Pasangan juga dapat saling mengagumi selama bercinta.

Misionaris dengan Bantal

Meski sederhana, misionaris memungkinkan penetrasi mendalam, terutama jika ditambahkan bantal di bawah pinggul perempuan. Sudut yang tercipta membantu semen mengalir lebih optimal menuju serviks saat ejakulasi.

Cowgirl

Posisi ini memberikan kontrol penuh kepada perempuan untuk menyesuaikan kedalaman penetrasi. Laki-laki berbaring, sementara perempuan duduk atau berjongkok di atasnya. Variasi reverse cowgirl juga bisa dicoba dengan perempuan membalik posisi membelakangi pasangan.

Rear Penetration

Posisi ini dilakukan dengan perempuan tengkurap dan penetrasi dilakukan dari belakang (bukan anal). Studi dari Journal of Sex & Marital Therapy menunjukkan bahwa posisi ini memungkinkan penis menjangkau area vagina lebih dalam dibandingkan posisi misionaris.

Sobat Holopis, meskipun posisi-posisi ini mungkin membantu, tetap penting untuk menikmati hubungan seksual sebagai momen keintiman dengan pasangan tanpa terlalu terbebani hasilnya. Semoga informasi ini bermanfaat!

💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terbaru

Jangan Lewatkan

holopis