JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdir di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (17/12).
Pertemuan ini membahas berbagai potensi kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Hari ini, saya telah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Dubes Kamala Shirin Lakhdir. Dalam pertemuan tadi, kami membahas berbagai potensi kerja sama atas implementasi kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Menko Polkam Budi Gunawan.
Mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) tersebut menyampaikan, kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral dan menyambut kolaborasi khususnya di bidang politik dan keamanan demi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.
“Saya berharap, kedua negara terus berkomitmen dalam memperkuat kerja sama di berbagai bidang,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat telah berjalan selama 75 tahun sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai tonggak penting hubungan kedua negara, Presiden RI Prabowo Subianto, telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih, Washington D.C pada tanggal 12 November lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah AS menyatakan mendukung penuh pemerintahan Presiden RI dan program-program prioritas nasional yaitu Asta Cita.
Lantas, Menko Polkam juga menegaskan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang telah terjalin selama lebih dari 75 tahun.
“Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ungkapnya, usai pertemuan.
Diterangkan Budi Gunawan, Dubes Lakhdhir mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Indonesia membentuk 7 Desk Kemenko Polkam yang berfokus pada penyelesaian berbagai isu strategis. Dia pun memastikan, Indonesia akan terus berupaya menangani permasalahan-permasalahan strategis secara efektif dan terkoordinasi.
“Termasuk melalui pembentukan desk khusus yang melibatkan sinergi lintas kementerian dan lembaga,” terang Budi Gunawan.