Advertisement
Categories: Ekobiz

Warga RI Makin Getol Pakai Pinjol, Pendanaan Naik hingga Capai Rp74,48 Triliun

Advertisement

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pendanaan di industri Pendanaan industri layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer (P2P) lending, atau yang lebih dikenal sebagai pinjaman online alias pinjol semakin meningkat.

Pasalnya per September 2024, pendanaan di industri tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 33,73 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), menjadi sebesar Rp74,48 triliun.

Apabila dirinci, pendanaan yang diberikan oleh Lender institusi adalah sebesar 89,98 persen, sementara Lender perorangan tercatat sebesar 10,02 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan OJK Agusman mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan partisipasi dari para Lender terhadap industri LPBBTI.

“OJK terus akan mendorong pengembangan dan penguatan terhadap industri LPBBTI (pinjol) ke depan agar lebih berintegritas dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” katanya dalam konferensi pers, yang dikutip Holopis.com, Sabtu (9/11).

Adapun dalam rangka mendorong peran industri LPBBTI dan perusahaan pembiayaan lainnya, OJK telah meluncurkan Roadmap LPBBTI 2023 – 2027 dan Roadmap Perusahaan Pembiayaan 2024 – 2028.

Melalui roadmap tersebut, industri LPBBTI dan Perusahaan Pembiayaan didorong untuk melakukan peningkatan pembiayaan sektor produktif, termasuk UMKM, antara lain mencakup peningkatan limit pembiayaan untuk sektor produktif dan pembatasan manfaat ekonomi (bunga), serta menekankan sinergi dengan LJK, UMKM, dan sektor prioritas ekonomi terkait.

Selain itu, penyelenggara LPBBTI dan Perusahaan Pembiayaan juga telah diminta agar meningkatkan aksesibilitas, inklusi keuangan, dan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam penyusunan Rencana Bisnis 2025.

Agusman menuturkan, dalam RPOJK LPBBTI diatur rencana penyesuaian batas maksimum pendanaan, terutama bagi pendanaan usaha produktif.

Namun demikian, penyesuaian batas maksimum dimaksud hanya dapat dilaksanakan oleh Penyelenggara LPBBTI yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu memiliki TWP90 maksimal 5 persen dalam kurun waktu 6 bulan terakhir dan tidak sedang dalam pengenaan sanksi pembatasan kegiatan usaha atau pembekuan kegiatan usaha sebagian atau seluruhnya dari OJK.

“Penyusunan RPOJK LPBBTI dimaksud saat ini sedang dalam proses harmonisasi,” katanya.

Share
Published by
Khoirudin Ainun Najib
Tags: OJKPinjol

Recent Posts

Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan

Kurang tidur adalah kondisi di mana seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup atau tidur…

11 menit ago

Warga RI Masih Doyan Belanja, Transaksi Harbolnas 2024 Tembus Rp31,2 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan transaksi yang berhasil dibukukan pada ajang Hari Belanja…

26 menit ago

Persebaya Pantang Remehkan Bali United

Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Bali United. Meski dinilai sedikit diunggulkan karena tren positif…

41 menit ago

Pria di Sidrap Kritis Usai Dibacok Teman Gegara Miras

Seorang Pria di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Ateng (49) kritis usai dibacok rekannya…

56 menit ago

Tiga Wakil Badminton Indonesia Ini Dipastikan Absen di Malaysia Open 2025

Malaysia Open 2025 Super 1000 akan jadi turnamen pembuka rangkaian pertandingan BWF tahun depan. Menatap…

1 jam ago

Frenkie de Jong Diklaim Kemungkinan Hijrah ke Arab Saudi

Pemain andalan Barcelona Frenkie de Jong diklaim berpotensi pergi meninggalkan Blaugrana dan hijrah ke Arab…

1 jam ago