Pria Misterius Ngaku Wartawan Nyaris Tembak Donald Trump Lagi


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden AS, Donald Trump kembali menjadi korban percobaan pembunuhan pada hari Sabtu (12/10). Diketahui, seorang pria yang mengaku sebagai seorang wartawan ketahuan membawa senjata ke area Donald Trump berkampanye di Coachella Valley, California Amerika Serikat.

Saat itu, seorang pria yang diketahui bernama Vem Miller memasuki area kampanye dan langsung membuat para petugas curiga. Setelah memeriksa Vem Miller, mereka pun yakin sudah kembali menggagalkan percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump untuk ketiga kalinya.

“Saya benar-benar yakin kami mencegah pembunuhan lainnya,” demikian disampaikan oleh Sherrif Riverside County Chad Bianco, dikutip Holopis.com, Senin (14/10).

Ia membahas soal insiden di Coachella yang diyakini sebagai lokasi Donald Trump nyaris kembali tertembak.

Kronologi Donald Trump Kembali Nyaris Ditembal

Hal tersebut bermula saat petugas menemukan sebuah SUV hitam yang dimiliki oleh warga Las Vegas yang berusia 49 tahun.

Awalnya, sosok itu mengaku sebagai anggota pers yang termasuk dalam rapat umum dengan akses VIP. Namun kejanggalan pun muncul ketika ia berjalan ke dalam.

Vem Miller itu ternyata memiliki pistol dan peluru yang illegal, dan magasin (alat penyimpanan dan pengisian amunisi) dengan kapasitas tinggi.

Kemudian petugas menemukan tanda pengenal dengan nama berbeda di mobilnya. Kendaraannya pun ditemukan tidak terdaftar dalam izin yang jelas.

Sudah Dua Kali Nyaris Dibunuh

Sekedar mengingatkan kembali Donald Trump sudah dua kali nyaris ditembak di depan umum ketika melakukan kampanye, menuju Pemilihan Presiden AS 2024.

Pada 16 September 2024 lalu, Sherrif Palm Beach County Ric Bradshaw mengatakan bahwa Dinas Rahasia melihat laras senapan muncul dari semak-semak sekitar 360m hingga 460m dari Donald Trump.

Kemudian, pria bersenjata tersebut langsung menjatuh senjata dan meninggalkan dua buah ransel serta barang-barang lainnya.



“Dinas Rahasia (Secret Service) telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan,” demikian disampaikan Ric Bradshaw.

Pria tersebut langsung melarikan diri dengan mobil Nissan berwarna hitam. Namun seorang saksi berhasil mengambil foto mobil dan plat sebelum tersangka melarikan diri.

Tersangka diidentifikasi bernama Ryan Wesley Routh yang berusia 58 tahun dan berasal dari Hawaii. Namun, belum ada kabar yang lebih mendetail lagi terkait tersangka dari FBI.

Sebelumnya pada 14 Juli 2024, percobaan pembunuhan pertama Donald Trump langsung mengagetkan masyarakat dunia.

Saat itu, Donald Trump ditembak saat berpidato di acara kampanye nya yang diselenggarakan di Pennsylvania, Amerika Derikat. Para agen rahasia (Secret Service) pun langsung menghampiri Donald Trump dan mengelilinginya dengan tubuh mereka, sambil melarikan sang mantan presiden tersebut.

Tampilan Utama