HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pejabat Kemanusiaan PBB menyerukan agar konflik di Lebanon tidak semakin parah. PBB khawatir kehancuran di Lebanon akan serupa seperti apa yang terjadi di Gaza. PBB mengatakan pihaknya harus melakukan segalah usaha.
“Kita perlu melakukan segala yang kitab isa untuk menghentikan hal itu (kehancuran di Gaza) terjadi,” demikian disampaikan Direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, Matthew Hollingworth, dikutip Holopis.com, Rabu (9/10).
Ia mengatakan bahwa konferensi pers di Jenewa pada setengah tahun belakangan ini sudah mengoordinasikan operasi WFP di Gaza, sebelum di Lebanon. Mereka mengatakan bahwa kesamaan di Gaza dan Lebanon sudah sangat memprihatinkan.
“Saya berpikir sejak saya bangun dan tidur, kita bisa mengalami malapetaka yang sama. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” kata Matthew.
Benjamin Netanyahu Ancam Lebanon Bisa Seperti Gaza
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengancam Lebanon, bahwa mereka bisa senasib dengan Gaza, Palestina. Hal itu diucapkan saat Israel meningkatkan serangan mereka ke Hizbullah yang berlokasi di sepanjang bagian selatan Pantai Lebanon.
“Kalian memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Lebanon sebelum jatuh ke dalam jurang perang yang panjang dan akan menyebabkan kehancuran dan penderitaan seperti yang kita lihat di Gaza,” kata Benjamin Netanyahu dalam video viral di Lebanon.
Secara bersamaan, militer Israel mengerahkan pasukan lebih banyak lagi, dan mendesak agar warga sipil di wilayah pesisir untuk segera mengungsi.
Ia kemudian memberikan tekanan kepada warga Lebanon agar membebaskan negara mereka dari Hizbullah.
“Saya katakan kepada kalian, rakyat Lebanon. Bebaskan negara anda dari Hizbullah, sehingga perang ini bisa berakhir,” kata Netanyahu.
Sebagai informasi, Israel memang sedang memperluas operasi mereka di Lebanon, setelah mereka mendukung Hamas.
Sementara itu, Hamas dan Hizbullah sama-sama memiliki janji untuk tidak menyerah melawan Israel.
Warga Lebanon Saling Curiga Karena Israel
Serangan Israel di markas Hizbullah yang berlokasi di Beirut Selatan membuat masyarakat di sekitar harus menyelamatkan diri. Sekitar puluhan ribu orang mengungsi ke ibu kota. Namun kekhawatiran masih juga mengikuti mereka.
Bagaikan sejarah kelam Nazi di Perang Dunia II, di mana kecurigaan dan kekhawatiran menghantui masyarakat, serangan tersebut telah menimbulkan kecurigaan di antara masyarakat Lebanon.
Banyak dari mereka yang tak mau menerima para pengungsi, karena takut serangan dari Israel akan mengikuti mereka.
Seorang warga Lebanon yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan, tetangga di sekitar rumahnya khawatir dengan keputusannya untuk menerima pengungsi dari kota lain.
“Tetangga kami mengetahui bahwa kami menampung orang-orang dari Dahiyeh, mereka pun panik dan mulai bertanya-tanya,” kata seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya kepada wartawan.
Ia lalu mengaku terpaksa mengusir kembali pengungsi, karena ada kekhawatiran mereka adalah Hizbullah yang dicari oleh Israel.
Sebagai informasi, saat ini masyarakat Lebanon masih memiliki pendapat yang terpecah terkait Hizbullah yang menyerang Israel sebagai pembelaan terhadap Palestina.

