Mardani Bicara soal Kenangan, Fix Mas Anies Ditinggal PKS?


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengunggah sebuah cuitan di akun X pribadinya, dengan menyinggung terkait kenangan bersama Anies Baswedan.

Dalam Cuitan itu, Mardani juga mengunggah sebuah gambar hasil tangkapan layar yang menunjukkan, bahwa baliho foto pasangan yang sebelumnya dikabarkan bakal maju di Pilkada Jakarta, Anies Baswedan dan Sohibul Iman (AMAN).

Dalam cuitannya, Mardani menyebut bahwa ada banyak kenangan, hasil dan juga cerita. Namun ia tak menyebut secara gamblang kenangan hingga cerita seperti apa yang dimaksud.

"Ada banyak kenangan. Ada banyak hasil dan ada banyak cerita," tulisnya dalam cuitan, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (11/8).

Namun pada kalimat berikutnya, Mardani dengan gamblang mengatakan, bahwa PKS yang disebutnya sebagai partai berorientasi Islam yang berpegang pada nilai dan prinsip memiliki banyak cerita bersama Anies.

"PKS partai Islam yg jaga nilai dan jaga prinsip. Mas Anies lima tahun di Jakarta merajut karya bersama PKS. Di Pilpres perjalanan indah juga membawa banyak cerita indah," ucap Mardani.

Kendati begitu, Mardani enggan menyebut kepastian apakah PKS akan merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk mendukung Ridwan Kamil (RK) dan meninggalkan Anies, atau tetap berjuang bersama Anies di Pilgub Jakarta 2024.

Meski tidak menyebut pasti keputusan partainya akan hal itu, ia tetap mengharapkan yang terbaik untuk kemajuan Jakarta, dan Indonesia di masa mendatang.

"Kita doa yang terbaik untuk kemajuan Jakarta dan Indonesia," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa PKS saat ini dikabarkan tengah berencana untuk meninggalkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024. PKS pun saat ini masih terus mempersiapkan opsi cadangan.



Juru bicara PKS, Muhammad Kholid mulanya menjelaskan, bahwa persiapan opsi itu dilakukan karena Anies sudah gagal memenuhi syarat yang ditentukan untuk bisa berlabuh bersama PKS di Pilkada Jakarta.

"Karena sampai 4 agustus kemarin kursi yang harus dipenuhi 22 kursi belum terpenuhi. Bahwa kita DPP PKS memiliki itjtihad opsi-opsi lainnya," kata Kholid, Sabtu (10/8).

Kholid menyebut, PKS mulai mengambil ancang-ancang opsi kedua untuk bekerja sama dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Komunikasi dengan KIM, kata dia, pun tengah didalami.

Kholid kemudian menekankan, Anies telah melewati tenggat waktu mencari partai koalisi pada pekan lalu. Karena itu, kini PKS tengah mendalami opsi kedua ketimbang melanjutkan duet AMAN.

"Pimpinan kami berkomunikasi dengan pimpinan parpol lain termasuk dengan Koalisi Indonesia Maju. Sekarang kita mendalami komunikasi di opsi yang kedua. Lebih mendalami opsi kedua ini dengan pimpinan KIM," tukasnya.

Kholid kemudian enggan banyak berkomentar apakah di Koalisi Indonesia Maju nantinya akan tetap mengusung Anies Baswedan. Dia hanya menyebut PKS berfokus untuk memajukan kadernya dalam kontestasi Pilkada di Jakarta.

"Tentu ini opsi kedua beda dengan opsi pertama. Jadi keputusan yang tidak berubah sejak awal adalah karena aspirasi dari mandat warga Jakarta tertinggi itu di PKS karena kita pemenang pemilu," tuturnya.

"Maka PKS memutuskan kadernya untuk maju sebagai calon gubernur atau sebagai calon wakil gubernur, itu keputusannya," tambahnya.

Tampilan Utama