PBNU Minta Ma’ruf Amin Tak Khawatir Soal Konflik dengan PKB


Oleh : Ronald Steven

HOLOPIS.COM, JAKARTA - PBNU memberikan sinyal agar Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak usah terlalu ikut terlibat dalam konflik yang sedang terjadi dengan PKB.

Ketua Bidang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Ulil Abshar Abdalla menegaskan sebenarnya tidak ada permasalahan serius.

"Ya kita tunggu saja perkembangannya, karena ini masalah antar-saudara dalam keluarga. Nggak usah khawatir. Nggak ada yang serius," kata Ulil Abshar Abdalla dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/8).

Ulil mengakui bahwa sosok Ma'ruf adalah sesepuh yang berperan dalam pendirian PBNU. Oleh karena itu, pihaknya tetap akan menggunakan rujukan yang sudah ada dalam mengelola organisasi.

"Ya semua sesepuh NU yang dulu mendirikan PKB ya kita jadikan lah sebagai rujukan untuk mengelola secara lebih baik lagi antara PBNU dan PKB," ujarnya.

Kendati demikian, Ulil tetap meminta agar Ma'ruf tidak usah terlalu khawatir dengan konflik PKB dan PBNU yang dianggap bukan permasalahan serius.

"Insya Allah ini masalah tidak ada yang serius, ini masalah keluarga, biasa lah antar keluarga," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memastikan siap untuk jadi mediator konflik yang terjadi antara PKB dengan PBNU.

Ma’ruf pun menunggu permintaan dari kedua belah pihak untuk segera menjadi penengah permasalahan yang sudah saling menyerang masalah pribadi tersebut.

“Kalau keinginan mereka itu untuk saya dimintai sebagai orang yang bagaimana mengikhlaskan, mendamaikan ya, dengan tulus, dengan ikhlas, saya sangat bersedia. Bersedia tentu,” kata Ma’ruf Amin dalam pernyataannya, Rabu (7/8).

Kiai Ma’ruf menjelaskan, dengan statusnya sebagai pendiri PKB dan mantan Rais Aam PBNU, ia merasa perlu untuk terlibat menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berlarut-larut.



“Karena untuk mendamaikan itu kan perintah, perintah agama, apalagi saya juga terlibat dulu waktu pendiriannya, bahkan ketua Dewan Suro pertama saya. Sebelum Gus Dur tentu saya punya,” ujarnya.

Kendati demikian, Ma’ruf memperingatkan bahwa dirinya tidak mau apabila sampai digunakan oleh salah satu pihak untuk menyerang pihak lainnya.

“Tapi kalau hanya untuk nyari peluru untuk menghantam yang satu, hanya minta dari saya tapi untuk digunakan peluru untuk menghantam yang lain, saya tidak bersedia. Itu kan namanya saya memberi peluru-peluru untuk tambah konfliknya,” tutupnya.

Tampilan Utama