BerandaNewsPolhukamPemerintah Beri Perhatian Khusus soal Kasus Kekerasan di Pesantren

Pemerintah Beri Perhatian Khusus soal Kasus Kekerasan di Pesantren

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyayangkan dan mengutuk keras terjadinya kasus kekerasan di lingkup pondok pesantren hingga menyebabkan hilangnya nyawa santriwati di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar menegaskan pihaknya akan terus mengawal upaya pendampingan bagi keluarga anak korban dan mendorong Kepolisian dalam pengungkapan penyebab kematian anak korban.

“Kami berharap polisi dapat segera mengungkap penyebab kematian santriwati dalam kasus ini yang diduga karena menjadi korban perundungan di pondok pesantren dan menemukan para pelakunya. Pihak-pihak yang bertanggung jawab juga agar diperiksa untuk mencegah keberulangan perundungan di lembaga pendidikan yang menyebabkan anak menjadi korban dan meninggal dunia,” ujar Nahar, dikitip Holopis.com, Sabtu (6/7). 

Kemudian, ia juga mengungkapkan keprihatinan dengan kejadian perundungan terhadap anak di satuan pendidikan berasrama dalam kasus ini Pondok Pesantren. 

Penerbit Iklan Google Adsense

“Bisa dibayangkan trauma dan ketakutan yang diderita korban yang menerima perundungan berupa kekerasan fisik. Peran orang tua diperlukan untuk turut serta dalam berperan melindungi anaknya supaya tidak menjadi korban perundungan serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah yang harus juga secara tegas mencegah perilaku perundungan tersebut,” ungkapnya. 

Berkaitan dengan kondisi korban, Nahar mengatakan Kemen PPPA telah mendapatkan laporan melalui hotline SAPA 129 dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Selong untuk proses pemulangan jenazah anak korban ke rumah orangtuanya di Kabupaten Ende.

“Kami mendapatkan informasi bahwa kasus ini tengah dalam penyidikan Polresta Mataram untuk  dapat mengungkap penyebab kematian anak korban. Saat ini Kemen PPA telah memfasilitasi  proses pemulangan jenazah anak korban dari Lombok ke kampung halamannya di Ende, Nusa Tenggara Timur, yang telah dilakukan pada hari Sabtu ( 29/6) dan korban telah dimakamkan di Ende pada hari ini (1/7),” ujar Nahar.  

Saat ini, UPTD PPA Provinsi Nusa Tenggara Barat dan UPTD PPA Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama-sama dengan stakeholder terkait siap memberikan bantuan yang dibutuhkan keluarga anak korban termasuk bantuan hukum, pendampingan psikosial bahkan rumah aman sementara bagi orangtua anak.

Nahar kembali mengajak semua masyarat apabila mengalami, mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan terhadap perempun dan anak untuk berani mengungkap kasus kekerasan yang terjadi. 

“Masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan WhatsApp 08111 129 129,” tutupnya.

Perundungan Santri di NTB

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa seorang santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah, Kapek, Gunungsari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, diduga menjadi korban perundungan.

Temukan kami juga di Google News
Editor : Muhammad Ibnu Idris

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

KPK Dalami Dugaan Aset Hasil Pencucian Uang SYL dan Keluarga Lewat Anak

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aset mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan keluarganya. Salah satu upaya dilakukan dengan memeriksa anak SYL, Indira Chunda Thita pada Selasa (16/7).

Tiga Orang Teroris Papua Tewas Ditembak TNI, Warga Lakukan Perlawanan

Petugas gabungan TNI Polri dikabarkan telah berhasil menembak mati tiga orang warga yang diduga anggota teroris Papua atau biasa disebut OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Prabowo-Gibran Masih Bongkar Pasang Rencana Kabinetnya

Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan komposisi pasti sosok yang akan mengisi kabinetnya mendatang.

Pegi Setiawan Tegaskan Gak Kenal Aep Saksi Kasus Vina Cirebon

Pegi Setiawan secara terang-terangan menegaskan bahwa dirinya memang tidak mengenali Aep selaku saksi mata kasus Vina Cirebon. Bahkan, Pegi juga merasa bingung mengapa Aep mengenali dirinya.

Walkot Semarang Mbak Ita Dicegah ke Luar Negeri, Jadi Tersangka KPK?

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga...

Ingat! Caleg Terpilih Belum Lapor Harta Kekayaan Tak Akan Dilantik

Calon anggota legislatif (caleg) terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan dilantik, apabila belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS