BerandaNewsPolhukamPB SEMMI Desak Muhadjir Effendy Dicopot

PB SEMMI Desak Muhadjir Effendy Dicopot

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aktivis Syarikat Islam sekaligus Ketua Bidang Hukum dan HAM PB SEMMI Gurun Arisastra turut angkat bicara merespons pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy dukung Mahasiswa Bayar UKT pakai pinjol dan sebut kampus boleh tarif tinggi biaya wisuda tidak ada yang akan protes.

Dirinya menyayangkan pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan tokoh Muhammadiyah tersebut sangat memalukan.

“Saya geleng-geleng, kecewa dan prihatin atas atas pernyataan pak Menteri, pertama ia sebut kampus boleh naikkan biaya wisuda nggak ada yang protes walau mahal, lalu kedua dukung mahasiswa bayar UKT pakai pinjol,” kata Gurun Arisastra kepada Holopis.com, Kamis (4/7).

Dirinya meminta Menteri PMK Muhadjir Effendy untuk meminta maaf kepada publik dan disarankan mundur dari jabatannya sebagai menteri.

Penerbit Iklan Google Adsense

“Sebaiknya minta maaf kepada rakyat, jika tidak mampu bekerja atasi masalah yang ada sebaiknya ya mundur dari jabatan menteri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gurun menilai Menko PMK Muhadjir Effendy tidak memahami fungsi dan tujuan lahirnya negara. Sehingga ia tak habis pikir bagaimana Muhadir justru memiliki mikiran semacan itu dalam tata kelola pendidikan di Indonesia.

“Ingat Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945 Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk penyelenggaraan pendidikan,” tukasnya.

“Tahun 2024 anggaran pendidikan Rp 660,8 T, mengartikan pemenuhan tanggung jawab negara melahirkan pendidikan murah sehingga dapat tercipta pemeretaan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat dari pembukaan UUD 1945,” sambung Gurun.

Terakhir, Gurun menegaskan seharusnya rakyat jangan dibiarkan membiayai pendidikan dari pinjol dan negara tidak boleh menyarankan biaya yang menyangkut proses pendidikan dinaikkan. Seharusnya negara memikirkan solusi bagaimana caranya agar biaya pendidikan bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga bisa lebih banyak generasi muda Indonesia mengakses pendidikan.

“Fungsi dan tujuan lahirnya negara itu memudahkan kepentingan rakyat, menahan rakyat untuk tidak membiayai pendidikan dari pinjol dan tidak menaikkan biaya proses pendidikan. Pendidikan adalah bagian dari kesejahteraan rakyat, itu menjadi tanggung jawab negara.” Tutup Gurun

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Tiga Orang Teroris Papua Tewas Ditembak TNI, Warga Lakukan Perlawanan

Petugas gabungan TNI Polri dikabarkan telah berhasil menembak mati tiga orang warga yang diduga anggota teroris Papua atau biasa disebut OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Prabowo-Gibran Masih Bongkar Pasang Rencana Kabinetnya

Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan komposisi pasti sosok yang akan mengisi kabinetnya mendatang.

Pegi Setiawan Tegaskan Gak Kenal Aep Saksi Kasus Vina Cirebon

Pegi Setiawan secara terang-terangan menegaskan bahwa dirinya memang tidak mengenali Aep selaku saksi mata kasus Vina Cirebon. Bahkan, Pegi juga merasa bingung mengapa Aep mengenali dirinya.

Walkot Semarang Mbak Ita Dicegah ke Luar Negeri, Jadi Tersangka KPK?

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga...

Ingat! Caleg Terpilih Belum Lapor Harta Kekayaan Tak Akan Dilantik

Calon anggota legislatif (caleg) terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan dilantik, apabila belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang Resmi Bebas Hari Ini

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah resmi keluar dari penjara, dan kembali menghirup udara bebas pada hari ini, Rabu (17/7).
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS