BerandaNewsPolhukamGugatan PDIP Ganggu KPK Usut Kasus Harun Masiku

Gugatan PDIP Ganggu KPK Usut Kasus Harun Masiku

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Proses penyidikan kasus suap mantan Caleg PDIP, Harun Masiku yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut dapat terganggu akibat gugatan kubu PDIP terkait penyitaan barang milik Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. 

Juru Bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto menegaskan pihaknya tak gentar menghadapi gugatan tersebut. Namun demikian, diakui Tessa, gugatan terkait penyitaan barang milik Hasto Kristiyanto itu bisa mempengaruhi penyidikan atau pencarian Harun Masiku yang masih buron. 

“Teman-teman bisa melihat bahwa tindakan-tindakan tersebut tentunya cukup mempengaruhi penyidikan karena pasti penyidik akan dipanggil, akan dimintai keterangan,” ucap Tessa Mahardika kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (2/7).

Tessa memastikan, penyidik KPK bekerja secara profesional dalam mengusut kasus Harun Masiku. Pun termasuk melakukan upaya paksa penyitaan. 

Penerbit Iklan Google Adsense

“KPK tetap berkomitmen transparansi dan profesionalitas dijunjung tinggi. Kami tetap yakin dengan profesionalitas penyidik,” ujar dia. 

Di sisi lain, KPK juga tak masalah jika ada pihak yang keberatan atau dirugikan atas upaya hukum KPK dengan menempuh jalur resmi, seperti melayangkan gugatan.

“Semua saluran resmi silakan digunakan bagi pihak-pihak yang merasa berkeberatan atau menderita kerugian,” tandas Tessa.

PDIP Gugat Penyidik KPK

Kubu PDIP diketahui tengah menggugat penyidik KPK, Rossa Purbo Bekti ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Gugatan ini itu diklaim berdasarkan aspirasi para kader partai berlambang banteng.

Mereka mendesak buku catatan dan handphone Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang disita dari staf Hasto bernama Kusnadi dikembalikan lantaran diklaim tak berkaitan dengan kasus Harun Masiku.

“Perlu saya garis bawahi di sini bahwa buku partai ataupun handphone yang dirampas itu tidak ada kaitannya dengan Harun Masiku. Buku partai yang dirampas itu terkait dengan strategi politik dari PDI Perjuangan terkait dengan pemenangan pilkada yang akan datang dan juga terkait dengan muruah partai, kedaulatan partai di mana kami keberatan ketika buku tersebut ikut diambil,” kata pengacara yang juga kader PDIP, Ronny di PN Jakarta Selatan.

Adapun penyitaan terhadap barang milik Hasto itu dilakukan penyidik pada senin, 10 Juni lalu. Penyidik KPK saat itu meminta keterangan Hasto terkait pelarian Harun Masiku.

Diketahui, Harun Masiku jadi buronan setelah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap terhadap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk menjabat sebagai anggota DPR lewat pergantian antar waktu (PAW). Selain Harun dan Wahyu, KPK juga menjerat mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri. 

Adapun Wahyu, Saeful, dan Agustiani telah divonis dan dinyatakan bersalah. Sementara, Harun masih berstatus buronan setelah lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Januari 2020 lalu.

Dalam melacak keberadaan Harun Masiku, KPK kembali memeriksa sejumlah saksi. Teranyar, penyidik KPK sudah memeriksa empat saksi untuk mencari keberadaannya setelah mengantongi informasi baru. Salah satunya adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. 

Sebelum Hasto, penyidik lebih dahulu memeriksa pengacara bernama Simeon Petrus, serta dua pelajar atau mahasiswa bernama Melita De Grave dan Hugo Ganda. 

Selain keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun Masiku yang buron sejak awal 2020 lalu itu. Dugaan menghalangi pencarian itu juga sedang dalami tim penyidik KPK. 

Temukan kami juga di Google News
Editor : Muhammad Ibnu Idris

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Sah! Jokowi Lantik Sudaryono Jadi Wakil Menteri Pertanian

Presiden Jokowi (Joko Widodo) secara resmi telah melantik nama Sudaryono menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) bersama dengan sejumlah jabatan Wakil Menteri lainnya.

KPK Dalami Dugaan Aset Hasil Pencucian Uang SYL dan Keluarga Lewat Anak

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aset mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan keluarganya. Salah satu upaya dilakukan dengan memeriksa anak SYL, Indira Chunda Thita pada Selasa (16/7).

Tiga Orang Teroris Papua Tewas Ditembak TNI, Warga Lakukan Perlawanan

Petugas gabungan TNI Polri dikabarkan telah berhasil menembak mati tiga orang warga yang diduga anggota teroris Papua atau biasa disebut OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Prabowo-Gibran Masih Bongkar Pasang Rencana Kabinetnya

Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan komposisi pasti sosok yang akan mengisi kabinetnya mendatang.

Pegi Setiawan Tegaskan Gak Kenal Aep Saksi Kasus Vina Cirebon

Pegi Setiawan secara terang-terangan menegaskan bahwa dirinya memang tidak mengenali Aep selaku saksi mata kasus Vina Cirebon. Bahkan, Pegi juga merasa bingung mengapa Aep mengenali dirinya.

Walkot Semarang Mbak Ita Dicegah ke Luar Negeri, Jadi Tersangka KPK?

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga...
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS