BerandaNewsMiliterTNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal di Dumai

TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal di Dumai

HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AL (Angkatan Laut) melalui Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai sukses menggagalkan upaya penyelundupan pekerja migran illegal.

Dalam siaran pers resmi TNI AL, setidaknya da 42 pekerja migran illegal dari Malaysia yang diamankan oleh petugas.

“TNI AL berhasil mengamankan 42 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural yang datang dari Malaysia di Pesisir Pelintung, Medang Kampai, Dumai,” tulis siaran pers tersebut seperti dikutip Holopis.com, Selasa (25/6).

Pengungkapkan itu berawal saat Tim F1QR Lanal Dumai mendapatkan info bahwa akan datang pekerja migran ilegal yang akan masuk di wilayah Pelintung pada Minggu (23/6).

Penerbit Iklan Google Adsense

Mendapatkan informasi tersebut, tim bergegas menuju daerah Pelintung, Medang Kampai, Dumai. Setibanya di Pelintung, tim langsung melaksanakan koordinasi dan dilanjutkan pengendapan di tepi pantai Pesisir Pelintung, dimana ini merupakan titik awal rencana turunnya PMI ilegal.

“Kemudian tim mendapati PMI Non Prosedural telah mendarat di pantai dan 1 orang tekong speedboat kabur ke arah Perairan Sepahat. Setelah dilaksanakan pengejaran dan penyisiran di sekitar Pesisir Pantai Pelintung, tim gabungan TNI AL berhasil mengamankan 42 orang PMI Non Prosedural,” jelasnya.

Selanjutnya 42 PMI Non Prosedural dibawa menuju Lanal Dumai untuk dilaksanakan pendataan, pemeriksaan, dan pengecekan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.

Dari tangan puluhan pekerja migran tersebut, tim mengamankan KTP 31 buah, handphone 44 buah, dan Pasport sebanyak 23 buah. Dari informasi yang diperoleh, PMI Non Prosedural dari Malaysia ini saat menuju Indonesia menggunakan transportasi laut speed pancung mesin 200 PK sebanyak 3 buah.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan, Lanal Dumai menyerahkan 42 PMI Non Prosedural beserta barang bukti kepada pihak BP4MI Kota Dumai untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.

Diketahui para PMI Non Prosedural tersebut harus membayar kepada agen di Malaysia dengan harga Rp. 5.000.000 s.d Rp. 6.000.000,- untuk bisa kembali menuju Indonesia menggunakan speed boat.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

TNI Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Perbatasan, Pelaku Melarikan Diri ke Malaysia

TNI AD (Angkatan Darat) melalui Satgas Pamtas Gabma Temajuk Yonkav 12/Beruang Cakti (BC) sukses menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di wilayah perbatasan.

Dispenau Ceramahi Personel Tentang Bahaya Penyalahgunaan Sosmed – Judi Online

TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui Dinas Penerangan (Dispenau) menggelar sosialisasi tentang sosial media kepada prajurit TNI AU di Aula Mustang, Lanud Soewondo, Medan, pada Selasa (16/7) kemarin.

KSAL Tekankan Pentingnya Penguatan Alutsista Untuk Pertahanan Maritim

KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut) Laksamana Muhammad Ali menyebut tantangan maritim negara Indonesia akan semakin komplek ke depannya.

Bakamla Jemput 16 Nelayan Ilegal yang Ditangkap Malaysia

Bakamla RI melalui aset patroli KN Pulau Nipah-321 berhasil membawa pulang 16 nelayan Indonesia.

TNI AU Bakal Diperkuat Radar Baru Produksi Perancis dan Ceko

TNI AU (Angkatan Udara) mengungkapkan bahwa wilayah udara Indonesia akan segera diperlengkapi radar yang lebih modern.

Jenderal Maruli Simanjuntak Bahas Penguatan Kerja Sama dengan Militer Filipina

KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal Maruli Simanjuntak melakukan pertemuan dengan pimpinan AD Filipina, Lieutenant General Roy Galido.
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS