Senin, 17 Juni 2024
BerandaNewsEkobizCadangan Devisa RI Nambah Berkat Pajak dan Utang Pemerintah

Cadangan Devisa RI Nambah Berkat Pajak dan Utang Pemerintah

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia sampai akhir Mei 2024 tercatat sebesar 139,0 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Jangan Lupa Berkurban !Cari Hewan Kurban Kuy Bareng Holopis.com

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, posisi cadangan tersebut meningkat 2,8 miliar dolar AS bila dibandingkan dengan posisi cadangan pada April 2024 bulan lalu, yang sebesar 136,2 miliar dolar AS.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2024 tercatat sebesar 139,0 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir April 2024 sebesar 136,2 miliar dolar AS,” terang Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (7/6).

Kenaikan cadangan devisa tersebut merupakan yang pertama kali dicatatkan Indonesia selama periode tahun 2024, mengingat posisi cadangan devisa sejak awal tahun hingga April 2024 terus mengalami penyusutan.

- Advertisement -

Menurut Erwin, kenaikan posisi cadangan devisa tersebut berkat penerimaan pajak dan jasa yang meningkat, serta penarikan utang dalam bentuk global bond oleh pemerintah.

“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, posisi cadangan devisa per akhir Mei 2024 itu setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dengan demikian, posisi cadangan devisa berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar pria yang juga menjabat Asisten Gubernur BI tersebut.

Ke depan, pihaknya memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga.

“Sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Erwin.

Temukan kami juga di Google News
BERITA LAINNYA

Prabowo Subianto Tidak Berencana Naikkan Rasio Utang RI

Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto dipastikan tidak pernah berencana untuk meningkatkan rasio utang negara hingga 50 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Catat! Ini Daftar Pinjol Legal Versi OJK, Dijamin Aman

Pinjaman online alias pinjol sejauh ini masih menjadi andalan masyarakat untuk mendapatkan dana segar di tengah gejolak perekonomian yang semakin tidak menentu.

Pemerintah Perbarui Setengah Juta Tabung Gas LPG 3 Kilogram

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyediakan setidaknya 500 ribu atau setengah juta tabung LPG 3 kilogram (kg) dalam kondisi baru.
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029

HOLOPIS FEEDS