Lagi-lagi Karena Turbulensi, 12 Orang Pesawat Qatar Airways Alami Luka

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebanyak 12 orang penumpang Qatar Airways yang berangkat dari Doha ke Irlandia mengalami luka-luka akibat turbulensi. Kabar itu pun sudah dikonfirmasi oleh Bandara Dublin dan pesawat itu tetap tiba dengan selamat dan sesuai jadwal.

“Saat mendarat, para penumpang pesawat disapa oleh layanan darurat, termasuk Polisi Bandara dan Departemen Pemadam Kebakaran,” demikian pernyataan resmi dari Bandara Dublin, dikutip Holopis.com, Senin (27/5).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Layanan darurat langsung ditugaskan menjemput penumpang dari pesawat itu karena 6 penumpang dan 6 awak pesawat dikabarkan mengalami cedera ketika pesawat mengalami turbulensi di atas wilayah Turki.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak bandara Dublin, turbulensi parah itu terjadi selama 20 detik dan saat itu para penumpang sedang menikmati makanan dan minuman.

- Advertisement -

Sementara itu pihak Qatar Airways belum memberikan klarifikasi dan sedang melakukan penyidikan intens terkait insiden tersebut.

Insiden Turbulensi Pesawat Sering Terjadi Belakangan Ini

Istilah turbulensi sebenanrya adalah hal yang lumrah dan tidak mengancam dalam perjalanan menggunakan udara. Tetapi kejadian turbulensi Singapore Airlines yang sampai menyebabkan penumpangnya meninggal dunia ini membuat masyarakat dunia menjadi fokus dengan insiden serupa.

Namun sebagai informasi, kecelakaan penerbangan karena turbulensi dinilai sebagai penyebab kecelakaan yang paling umum.

Dari tahun 2009 hingga 2018, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS menemukan bahwa turbulensi menyumbang lebih dari sepertiga kecelakaan penerbangan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis