HOROR : Pendaki Satu Tenda dengan Makhluk Mati Penasaran
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Cerita horor kali ini mengisahkan tiga sekawan yang melakukan pendakian ke salah satu gunung di Jawa Barat, hingga mendapatkan pengalaman mistis yang tak terduga. Begini kisahnya.
Ada tiga sekawan, sebut saja namanya Niko, Budi dan Alex.
Ketiganya lagi siap-siap untuk mendaki salah satu gunung di Jawa Barat.
Sampai lah mereka di titik awal untuk memasuki rute pendakian gunung tersebut sekitar jam 5 sore.
Niko, Budi dan Alex mulai berjalan menyusuri rute pendakian.
Belum jauh dari titik awal, ada kakek-kakek melewati mereka.
Kakek-kakek itu kayanya baru selesai panen hasil pertaniannya.
Ketiganya saling sapa senyum sama si kakek saat berselingan.
Salah satu dari mereka, yaitu Alex nengok ke belakang, dan si kakek itu pun ternyata sama-sama nengok, tapi gak ada raut senyum seperti sebelumnya dari wajah si kakek tersebut.
Alex gak mau mikirin apa-apa, terus berpikiran positif dan pendakian pun berlanjut.
Malam hari pun tiba. Niko dan Budi mendirikan tenda di salah satu lokasi dekat rute pendakian, Alex kebagian menyalakan api unggun.
Semua persiapan mereka istirahat telah selesai, Niko, Budi dan Alex ngopi bareng depan api unggun.
Tak lama, datang pendaki lain namanya Dani, punya rambut panjang diikat... sendirian.
Ditanya dong sama mereka bertiga 'Naek sendirian bang? Sini gabung!'.
Pendaki itu bilang 'Makasih', dan cerita kalo dirinya 'Tersesat', dan teman-temannya sudah sampai duluan di bawah.
Satu gelas kopi disiapkan untuk Dani sambil ngobrol-ngobrol di depan api unggun.
Bahkan, ketika itu Niko, Budi dan Alex satu tenda sama Dani.
Keesokan harinya, Niko bangun di pagi buta, dia sadar Dani sudah gak ada di tenda tersebut. Dilihat ke luar tenda pun gak ada.
Niko berpikir bahwa Dani sudah turun sebelum dirinya bangun.
Pendakian berlanjut, cuman gak lama setelah itu, hujan deras disertai angin. Ketiganya memutuskan lanjut pakai jas hujan.
Hujan semakin deras... petir saling menyambar... angin semakin riuh... suasana gak kondusif ketika itu.
Ketiganya memutuskan berlindung di bawah pohon besar dan rindang sampai hujan reda.
Siang serasa sore, karena perjalanan mereka dihiasi cuaca mendung.
Pendakian berlanjut setelah hujan itu reda, dengan kondisi cuaca lembab dan tekstur tanah yang mulai licin, ketiganya mendaki perlahan.
Nasib sial pun menimpa Alex. Alex terpeleset... hampir masuk ke jurang.
Beruntung, kaki Alex tertahan sesuatu, Niko dan Budi saling gapai menggapai bantu Alex ke atas lagi.
Dengan berkucuran keringat sambil menghela nafas, Alex ngeliat lagi apa yang bisa menahan kakinya itu.
Ternyata sebuah badan berpakaian seperti pendaki, bertumpuk dengan dedaunan, sudah terbalut dengan tanah.
Niko, Budi dan Alex langsung mengangkat badan tersebut ke atas menggunakan tali yang sudah dikaitkan ke bagian tangannya.
Ternyata itu mayat seorang pendaki... wajahnya sudah tak dikenali, kulit-kulit di wajahnya sudah hampir terkelupas dan bau busuk.
Niko mengambil dompet yang masih tersangkut di celana mayat tersebut.
Dari identitas di KTPnya bernama Dani.
Niko, Budi dan Alex langsung kabur, berlari, meninggalkan lokasi, termasuk mayat tersebut, dan membatalkan pendakiannya.
Ketiganya menghela nafas sebentar sambil kecapean. Mereka sadar bahwa pendaki yang ikut satu tenda yaitu Dani alias mayat yang baru ditemukan.
Sayup-sayup terdengar teriakan pendaki lain. Ketiganya lari menghampiri dan mencari suara tersebut menyusuri rute arah pulang.
Niko, Budi dan Alex bertemu sekelompok organisasi pencarian korban yang memang sedang bertugas mencari pendaki yang tersesat.
Mereka bertiga kemudian bilang kalo mereka sudah menemukan mayat sebelumnya bernama... Dani.
Seluruhnya, termasuk Niko, Budi dan Alex bersama tim pertolongan kembali ke lokasi dan membawa turun mayat tersebut.
Di situ lah mereka sama-sama berkumpul, tak lama ada seorang warga bilang kalo 'untuk mendaki gunung ini harus hati-hati'.
Mitos-mitos hingga misteri didapatkan Niko, Budi dan Alex saat bercengkrama dengan warga.
Bahkan, mereka dapat cerita kalau pendaki yang bertemu sosok kakek-kakek di awal pendakiannya akan tertimpa sial sampai kematian.
Beruntung, Niko, Budi dan Alex berpikiran positif dan punya niat yang baik, sehingga terhindar dari malapetaka.