HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), melalui Sidang Majelis Umum, Rabu (12/10) kemarin waktu setempat, bersepakat untuk mendukung resolusi yang menegaskan kembali kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina secara Internasional.
Diberitakan Holopis.com dari situs Aljazeera, Kamis (13/10), saat pemungutan suara, 143 negara mendukung resolusi, empat negara menentang resolusi PBB yakni ; Belarus, Nikaragua, Korea Utara dan Suriah. 35 negara lainnya abstain meliputi China, India, Pakistan dan Afrika Selatan.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan, forum tersebut sebagai upaya Barat untuk mengusik referendum empat wilayah Ukraina yang ingin memerdekakan diri.
“Dipolitisasi dan secara terbuka provokatif, dapat menghancurkan setiap dan semua upaya yang mendukung solusi diplomatik untuk krisis” kata Vassily Nebenzia Duta Besar Rusia untuk PBB, Kamis (13/12).
Sedangkan, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya menyampaikan, bahwa hasil sidang majelis umum PBB yang berlangsung di New York, menunjukkan Rusia tidak dapat mengintimidasi dan mengancam dunia.
China sebagai salah satu negara yang memilih abstain, menilai resolusi PBB tidak akan membantu menyelesaikan perang Rusia dan Ukraina.
“Setiap tindakan yang diambil oleh Majelis Umum harus kondusif untuk mengurangi eskalasi situasi, kondusif untuk dimulainya kembali dialog dan harus kondusif untuk mempromosikan solusi politik untuk krisis ini,” kata Geng Shuang Wakil Duta Besar China untuk PBB.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin, memproklamirkan pencaplokan Rusia atas empat wilayah Ukraina yakni ; Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhia pada bulan September. Namun, tindakan tersebut ditentang oleh Ukraina dan negara-negara Barat, bahkan menuduhnya sebagai tindakan ilegal.

