Sabtu, 22 Juni 2024
BerandaNewsPolhukamSugi Nur Raharja Dipanggil Polisi Sebagai Saksi Kamis Besok

Sugi Nur Raharja Dipanggil Polisi Sebagai Saksi Kamis Besok

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sugi Nur Raharja atau yang biasa disapa Gus Nur akan diperiksa oleh tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pemeriksaan tersebut dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penyiaran berita bohong.

“Memanggil, Sugi Nur Raharja, untuk hadir menemui penyidik Kombes Pol Heinhard Hutagaol dan Kompol Totok Budi Sanjoyo beserta Tim Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber,” tulis keterangan di dalam Surat Panggilan yang dilihat oleh redaksi Holopis.com, Rabu (5/10).

Jadwal pemeriksaan Sugi Nur Raharja tersebut akan dilakukan pada hari Kamis 6 Oktober 2022 pukul 10.00 WIB pagi di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Penerbit Iklan Google Adsense

Perkara yang dimaksud Polisi adalah Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 156a huruf a KUHP dan/atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Yang mana, Sugi Nur Raharja diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat sedang ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dan/atau dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dan perbuatan berlanjut dan/atau dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) dan/atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap, sedang ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Surat Panggilan dengan Nomor : S.Pgl/ 231 /X/2022/Dittipidsiber tersebut sudah diterima oleh Sugi Nur Raharja pada hari Senin 3 Oktober 2022 dengan penampakan tanda tangan di dalam surat panggilan tersebut.

Temukan kami juga di Google News
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029
Sudaryono
BERITA LAINNYA

Anies Pengin Bertemu Prabowo Jelang Pilkada, Mau Minta Tiket, Mas?

Anies Baswedan mengakui bahwa dirinya berniat untuk menemui Prabowo Subianto menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Sandiaga Uno Ngotot Muktamar PPP Harus Digelar Secepatnya, Biar Mardiono Lengser ?

Politikus PPP Sandiaga Uno kembali mendesak agar partai berlambang Ka'bah tersebut segera mendeklarasikan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.

KPK Janji Analisa dan Dalami Uang Korupsi Proyek DJKA untuk Biaya Sewa Heli Menhub Budi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menganalisis dan mendalami setiap fakta yang terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.

Polisi Sebut Upal Rp22 Miliar Rencananya Akan Dijual Kembali

Uang Palsu (Upal) senilai Rp22 Miliar yang telah diamankan oleh Polisi dari kawasan Kembangan Jakarta Barat, ternyata direncanakan akan dijual kembali oleh para pelaku. 

Kaesang Pangarep Siap Maju di Pilkada Manapun

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menegaskan bahwa dirinya siap untuk maju di Pilkada wilayah manapun jika diberikan mandat.

Alexander Marwata Curigai Pegawai KPK dari Polri dan Kejaksaan Sarat Konflik Kepentingan

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengakui bahwa lembaga anti rasuah itu masih kental terjadinya konflik internal antar penegak hukum.

HOLOPIS FEEDS