HOLOPIS.COM, JAKARTA – Krisis ekonomi yang terjadi di Inggris semakin memburuk, Bank Of England mengambil tindakan darurat dengan mengeluarkan kebijakan guna menstabilkan pasar keuangan Inggris.
Bank Of England atau Bank Sentral Inggris menyampaikan akan membeli surat berharga/obligasi pemerintah selama dua minggu kedepan untuk menangani penurunan aset keuangan Inggris belakangan ini.
“Jika disfungsi di pasar ini berlanjut atau memburuk, akan ada risiko material terhadap stabilitas keuangan Inggris, ini akan mengarah pada pengetatan kondisi pembiayaan yang tidak beralasan dan pengurangan aliran kredit ke ekonomi riil,” ujar Bank Of England dikabarkan dari situs AP News, (29/9).

Di bulan november, Bank Sentral Inggris berencana untuk menaikan suku bunga ‘signifikan’, jika inflasi di Inggris belum bisa dikendalikan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Liz Truss, mengambil pinjaman utang, untuk kebijakan pengendalian krisis, yakni pemotongan pajak, dan subsidi energi untuk rumah tangga, memicu kekhawatiran investor, ketika meluncurkan program stimulus ekonomi yang mencakup pemotongan pajak 45 miliar pound ($48 miliar).
Inggris mengalami lonjakan inflasi tertinggi dalam kurun waktu hampir 40 tahun terakhir sebesar 9,9%.
Dari hasil laporan beberapa media Inggris, menyampaikan bahwa terjadi fenomena sosial akibat krisis Ekonomi yang melanda daratan Britania tersebut, di antaranya banyak warga Inggris menunggak tagihan energi, dan krisis makanan.

