Krisis Inggris, AS Anggap PM Liz Truss Salah Kebijakan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebijakan pemotongan pajak yang direncanakan Perdana Menteri Inggris (PM) Liz Truss, menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo yang menilai akan menghancurkan pasar keuangan Inggris, dan berisiko bagi Amerika Serikat.

Pejabat Amerika Serikat tersebut, mengatakan bahwa inflasi yang terjadi di Inggris akan memicu masalah pada sistem keuangan global dan ekonomi dunia.

- Advertisement -

“Kebijakan pemotongan pajak, dan secara bersamaan meningkatkan pengeluaran, bukanlah kebijakan yang akan memerangi inflasi dalam jangka pendek atau menempatkan Anda dalam manfaat yang baik untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” kata Gina Raimondo dikabarkan dari situs CNN, Jumat (30/9).

Uang Inggris
Uang Poundsterling.

Sebelumnya, PM Liz Truss mengambil pinjaman melalui dana moneter Internasional (IMF) untuk mengendalikan inflasi. Namun, Amerika Serikat sebagai pemegang saham terbesar di IMF, meminta dan mendesak Inggris untuk mengevaluasi kembali kebijakan pemotongan pajak.

- Advertisement -

“Mengingat tekanan inflasi yang meningkat di banyak negara, termasuk Inggris, kami tidak merekomendasikan paket fiskal yang besar dan tidak ditargetkan pada saat ini, karena penting bahwa kebijakan fiskal tidak bekerja dengan tujuan yang bertentangan dengan kebijakan moneter,” ujar juru bicara IMF.

Kekhawatiran berbagai pihak terhadap rencana kebijakan pemotongan pajak tersebut, dijawab langsung oleh PM Truss, bahwa pemerintahannya akan memberikan insentif pada pebisnis/investor untuk berinvestasi, melalui langkah itu dapat membantu warga Inggris melalui pajak mereka.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru