Bahaya Makan Malam, dr. Tirta : Pemicu Diabetes dan Obesitas

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Makan malam sering kali menjadi rutinitas wajib bagi setiap orang, tetapi perlu diperhatikan jam makan dan jenis makanan apa yang akan dikonsumsi karena berpengaruh untuk kesehatan tubuh.

Jika makan malam dilakukan di atas jam 9 ternyata sangat berbahaya lho, Sobat Holopis.

- Advertisement -

dr. Tirta menjelaskan, bahwa mengonsumsi makanan di atas jam 9 malam membuat usus bekerja lebih keras, sedangkan usus membutuhkan waktu untuk istirahat di malam hari.

“Makan malam-malam, memberatkan usus, usus itu setiap malam rehat,” kata dr. Tirta, melalui instagram @pengpenggpeng, Sabtu (24/9).

- Advertisement -

Ia menambahkan, jika mengkonsumsi karbohidrat saat malam hari membuat usus tidak melakukan tugasnya seperti memproses makanan dan menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

“Yang dilakukan usus apa? Nasinya didiamkan di dalam lambung lebih lama. Di dalam lambung diolah, di usus dibiarin tidak diserap,” lanjutnya.

Tirta menambahkan, dampak yang akan muncul jika hal tersebut dialami tubuh yaitu kadar gula darah tinggi serta penumpukan lemak, pemicu diabetes hingga obesitas.

“Aktivitas pencernaan saat malam hari, itu titik minimal. Mereka juga butuh rehat. Saat lu lapar, lu masukin karbo komplek. Dimana karbo itu pengelolaannya paling lama, lama di usus, lama di lampung, lama di mana-mana, jadinya obesitas dan diabetes,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, jika Sobat Holopis tiba-tiba lapar di malam hari, cukup minum air dan makan buah-buahan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru